Story
Reli Poundsterling Capai Target, Bank of America Ubah Prospek Menjadi Netral

Bank of America (BofA) telah mengubah prospek jangka pendeknya terhadap poundsterling Inggris (GBP) menjadi netral pada 17 Juli 2026. Perubahan ini dilakukan setelah reli tajam selama sebulan terakhir mendorong mata uang tersebut ke level yang mendekati target akhir tahun yang ditetapkan oleh BofA.
Alasan Perubahan Prospek
BofA mempertahankan pandangan *bullish* terhadap GBP sejak awal tahun, dan reli baru-baru ini telah memvalidasi pandangan tersebut. Poundsterling menjadi mata uang dengan kinerja terbaik selama sebulan terakhir, didorong oleh kombinasi *carry* yang positif, kejutan data makroekonomi yang menggembirakan, dan perkembangan politik terkini.
Secara spesifik, pasangan mata uang EUR/GBP berhasil menembus di bawah level 0,85, bergerak semakin dekat dengan target akhir tahun BofA di 0,84. Bank tersebut mencatat bahwa pergerakan ini terjadi dengan tajam dan cepat, mendorong perlunya evaluasi ulang prospek jangka pendek.
Valuasi dan Prospek ke Depan
Meskipun terjadi penguatan, analisis BofA menunjukkan bahwa poundsterling tidak dinilai terlalu mahal secara signifikan. Kerangka valuasi 500 hari milik bank tersebut—yang menggabungkan selisih imbal hasil Inggris-AS, volatilitas valas, dan premi risiko GBP—menghasilkan nilai wajar untuk GBP/USD di sekitar 1,33, dibandingkan dengan harga spot di 1,35. Ini menunjukkan sterling hanya sedikit lebih mahal sekitar 1-2%.
AdUntuk jangka pendek, BofA mengantisipasi periode konsolidasi untuk EUR/GBP sebelum melanjutkan tren penurunan berikutnya. Namun, untuk sisa tahun 2026 hingga 2027/28, bank tersebut tetap lebih konstruktif daripada konsensus pasar, mengindikasikan potensi penguatan lebih lanjut dalam jangka panjang.
Implikasi Volatilitas Pasar
BofA memperkirakan volatilitas di pasar GBP akan cenderung menurun selama musim panas. Namun, peningkatan volatilitas yang signifikan kemungkinan akan terjadi pada bulan November, bertepatan dengan dua peristiwa risiko utama: pemilihan sela di AS (*US midterms*) dan pengumuman anggaran Inggris.
Menariknya, reli GBP terjadi meskipun masih ada sentimen *bearish* struktural di pasar. Data posisi dari IMM untuk GBP/USD masih menunjukkan adanya posisi jual (*short*) yang cukup besar, yang mengindikasikan bahwa tidak semua investor yakin dengan keberlanjutan tren penguatan ini.