Story

BofA: Dolar AS Diprediksi Datar Hingga Akhir Tahun Meski The Fed Agresif

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20262 min read
BofA: Dolar AS Diprediksi Datar Hingga Akhir Tahun Meski The Fed Agresif

Summary

Bank of America memperkirakan dolar AS akan diperdagangkan sideways hingga akhir 2026, karena pasar telah memperhitungkan beberapa kenaikan suku bunga The Fed, sehingga membatasi potensi penguatan lebih lanjut.

Text size
Background

Bank of America (BofA) memproyeksikan dolar AS akan bergerak dalam rentang terbatas atau *sideways* hingga akhir tahun, meskipun pasar secara luas mengantisipasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Proyeksi ini muncul di tengah sentimen dolar yang melemah menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September.

Prospek Dolar Terbatas

Menurut laporan BofA yang dirilis pada 8 September 2026, pasar telah memperhitungkan lebih dari tiga kali kenaikan suku bunga dari The Fed. Hal ini menetapkan standar yang sangat tinggi bagi bank sentral AS untuk dapat melampaui ekspektasi pasar dan bank sentral negara G10 lainnya.

BofA menyatakan bahwa dengan begitu banyak pengetatan kebijakan yang sudah diantisipasi, ruang bagi dolar untuk menguat secara signifikan menjadi terbatas. Bank tersebut memperkirakan pergerakan dolar akan cenderung datar hingga akhir tahun, dengan pengecualian terhadap yen Jepang.

Sentimen Pasar dan Sinyal yang Bertentangan

Sentimen terhadap dolar telah melemah sejak konferensi pers FOMC pada bulan Juli, yang menurut BofA menimbulkan kekhawatiran kredibilitas atas kurangnya rencana yang jelas untuk mengatasi inflasi yang terus-menerus tinggi. Sejak saat itu, pasar menerima berbagai sinyal yang beragam.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sinyal-sinyal ini mencakup:

  • Upaya koreksi arah dari Ketua The Fed Warsh di Jackson Hole.
  • Laporan data tenaga kerja Agustus yang kuat.
  • Komentar yang cenderung *dovish* dari pejabat The Fed, Williams dan Waller.
  • Inisiatif pembelian kembali obligasi (*buyback*) oleh Departemen Keuangan AS untuk menekan imbal hasil.

Implikasi bagi Investor

Menariknya, dolar gagal menguat meskipun terjadi kenaikan harga energi global baru-baru ini, seperti minyak dan gas, yang secara historis cenderung mendukung mata uang AS. Dolar juga menghadapi tekanan di tengah penilaian ulang (*repricing*) kebijakan moneter dan kurva imbal hasil oleh bank-bank sentral secara global.

Bagi investor, prospek *sideways* ini mengindikasikan bahwa sebagian besar berita positif terkait kebijakan moneter The Fed yang agresif kemungkinan besar sudah tercermin dalam harga dolar saat ini. Peluang kenaikan lebih lanjut mungkin memerlukan kejutan *hawkish* yang signifikan dari The Fed, yang dinilai BofA sulit untuk terjadi.

Back to latest news

LATEST