Story
Saham Alibaba Melonjak Berkat Kemitraan AI dengan Apple di China

Summary
Saham Alibaba melonjak setelah perusahaan mengonfirmasi model AI Qwen miliknya akan terintegrasi dengan Apple Intelligence di China, menyusul persetujuan dari regulator siber negara tersebut.
Saham Alibaba (BABA) melonjak 4,7% dalam perdagangan pra-pembukaan setelah perusahaan mengonfirmasi kemitraan strategis dengan Apple. Langkah ini menyusul persetujuan regulator siber China yang secara resmi mendaftarkan layanan AI generatif on-device milik Apple untuk digunakan di dalam negeri.
Integrasi Model AI Qwen
Alibaba mengumumkan bahwa model AI miliknya, Qwen, akan diintegrasikan ke dalam Apple Intelligence. Integrasi ini akan mencakup sistem operasi iOS, iPadOS, macOS, dan visionOS untuk pengguna di China. Pengumuman ini menandai tonggak komersial yang krusial bagi divisi AI Alibaba.
Kemitraan ini memberikan model Qwen akses langsung ke basis pengguna iPhone yang sangat besar di China. Menurut sumber, Baidu juga disebut sebagai mitra AI untuk Apple Intelligence di negara tersebut, yang turut mengangkat sentimen di sektor teknologi China secara umum. Namun, konfirmasi langsung dari Alibaba mengenai integrasi Qwen menjadikannya penerima manfaat utama dari berita ini.
Dampak Pasar dan Sentimen Analis
Kabar positif ini mendorong saham BABA ke level $117,61 di pasar pra-pembukaan, naik signifikan dari penutupan sebelumnya di $112,32. Kenaikan ini melanjutkan reli sekitar 17% yang telah dialami saham tersebut sejak akhir Juni, meskipun masih jauh di bawah level tertinggi 52 minggunya di $192,67.
AdSentimen analis terhadap Alibaba tetap sangat positif, yang memperkuat momentum saham. Beberapa pandangan terbaru meliputi:
- GF Securities: Mempertahankan peringkat Beli (Buy) dengan nilai wajar setara $188,57 per ADS.
- Bernstein dan China Merchants Securities: Mengulangi sikap bullish dalam sesi-sesi terakhir.
- Konsensus Wall Street: Sebanyak 38 analis merekomendasikan pembelian saham ini.
Konteks Pasar yang Mendukung
Model Qwen milik Alibaba dilaporkan telah menguasai sekitar sepertiga pangsa pasar pemanggilan model besar tingkat perusahaan di China. Kesepakatan dengan Apple diperkirakan akan semakin memperkuat posisi dominan tersebut.
Selain itu, pergerakan saham Alibaba juga didukung oleh kondisi pasar AS yang konstruktif. Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat setelah data inflasi CPI bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan memberikan sentimen positif ke pasar.