Story

Investor Cemas Belanja AI Melambat Usai Peringatan dari Petinggi Industri

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20262 min read
Investor Cemas Belanja AI Melambat Usai Peringatan dari Petinggi Industri

Summary

Kekhawatiran investor meningkat terkait reli pasar saham yang didorong oleh AI, menyusul seruan dari para pemimpin industri untuk memperlambat laju pengembangan demi mengelola risiko.

Text size
Background

Investor menunjukkan kegelisahan atas reli pasar saham yang dipimpin oleh kecerdasan buatan (AI) setelah para pemimpin industri menyerukan untuk mengendalikan laju pengembangan. Seruan ini, yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak waktu guna mengelola risiko teknologi, telah memicu kekhawatiran akan potensi perlambatan belanja modal besar-besaran di sektor ini.

Dampak Langsung ke Pasar

Belanja masif dari raksasa teknologi untuk membangun pusat data AI telah menjadi mesin penggerak utama pasar, membantu indeks S&P 500 naik lebih dari dua kali lipat sejak *bull market* dimulai pada Oktober 2022. Namun, seruan untuk perlambatan pengembangan, termasuk dari CEO Anthropic Dario Amodei, langsung memukul saham-saham yang paling diuntungkan.

Sektor semikonduktor, yang dianggap sebagai pemasok infrastruktur utama atau lapisan "picks-and-shovels", menanggung beban aksi jual terbesar. Meskipun Philadelphia SE Semiconductor Index masih naik hampir 60% sepanjang tahun 2026, indeks ini mengalami tekanan jual yang signifikan. "Pasar menghukum lapisan 'picks-and-shovels' lebih keras daripada para *hyperscaler* karena lapisan inilah yang paling terekspos terhadap perlambatan laju peningkatan kapabilitas," kata Erik Kratz, Chief Investment Officer di Arena Private Wealth.

Proyeksi Belanja dan Valuasi

Wall Street telah waspada terhadap setiap tanda bahwa belanja besar di sektor AI akan kehilangan tenaga. Menurut BofA Global Research, para *hyperscaler* AI—Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Oracle—diperkirakan akan membelanjakan sekitar $795 miliar untuk belanja modal (capex) tahun ini dan hampir $1,08 triliun pada tahun 2027.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Chuck Carlson, CEO di Horizon Investment Services, menyatakan bahwa kekhawatiran ini akan menjadi masalah nyata jika pesanan dan kesepakatan konstruksi pusat data mulai dibatalkan. "Saya perlu melihat sesuatu yang konkret bahwa memang ada perlambatan, bukan hanya sekadar pembicaraan," ujarnya. Perlambatan paksa juga dapat menimbulkan pertanyaan tentang valuasi perusahaan AI terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic, yang keduanya diperkirakan akan melantai di bursa di masa depan.

Konteks Risiko yang Lebih Luas

Kekhawatiran tentang AI menambah daftar risiko yang dihadapi investor, termasuk imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, kenaikan harga minyak, dan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang berada hanya sekitar 2% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa, pasar menjadi lebih rentan.

"Saham-saham semikonduktor dan infrastruktur AI telah lama diperdagangkan dengan asumsi ledakan capex yang tak terputus, menyisakan ruang yang sangat kecil untuk kesalahan," kata James Humphries, Managing Partner di Mindset Wealth Management. Ia menambahkan, jika mesin pertumbuhan utama pasar ini melambat, indeks yang lebih luas akan sepenuhnya terekspos pada tekanan makroekonomi tersebut. Namun, beberapa analis melihat sisi positif, di mana pengawasan yang lebih ketat terhadap keamanan industri pada akhirnya dapat membuat investasi capex jangka panjang lebih mudah untuk dijamin.

Back to latest news

LATEST