Story
Permintaan Data Center AI Memperparah Kelangkaan Peralatan Jaringan Listrik AS

Lonjakan permintaan listrik dari pusat data kecerdasan buatan (AI) memperburuk kelangkaan peralatan jaringan krusial di Amerika Serikat, seperti transformator. Kondisi ini memaksa perusahaan listrik dan pengembang untuk menghadapi biaya yang lebih tinggi dan waktu tunggu pengiriman yang jauh lebih lama, mendorong mereka untuk mengamankan pesanan jauh-jauh hari.
Waktu Tunggu Membengkak, Biaya Meningkat
Kelangkaan transformator, yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik, telah menjadi masalah persisten selama lima tahun terakhir sejak permintaan pulih lebih cepat daripada pasokan pasca-pandemi. Kini, pembangunan infrastruktur AI yang masif semakin menekan pasokan yang sudah terbatas.
Menurut para ahli yang dikutip oleh Reuters, waktu tunggu (lead time) untuk beberapa jenis transformator tegangan tinggi telah membengkak hingga beberapa tahun, dari yang sebelumnya hanya sekitar satu tahun pada 2020-2021. Data dari firma konsultan Wood Mackenzie menunjukkan fakta yang lebih spesifik:
- Waktu tunggu untuk transformator *generator step-up* melampaui 160 minggu pada kuartal pertama 2026, naik dari rata-rata 143 minggu pada 2024.
- Untuk pemutus sirkuit tegangan tinggi, waktu tunggu naik menjadi 125 minggu pada paruh kedua tahun lalu, dibandingkan 77 minggu pada 2023.
Lonjakan permintaan ini juga berdampak pada harga. Ben Boucher, analis senior di Wood Mackenzie, memperkirakan biaya transformator dapat meningkat sekitar 4% hingga 10% selama tahun depan, tergantung pada jenisnya.
Proyeksi Pertumbuhan Permintaan Data Center
AdSkala permintaan dari sektor teknologi sangat signifikan dan diperkirakan akan terus tumbuh. Sebuah analisis dari Wood Mackenzie memproyeksikan bahwa kapasitas pusat data di AS akan mencapai 110 gigawatt (GW) pada tahun 2030, meningkat tajam dari sekitar 24 GW saat ini.
Pangsa pasar pusat data untuk peralatan kelistrikan dapat membengkak hingga 40% dalam skenario percepatan, melonjak dari hanya di bawah 2% pada tahun 2020. Selain transformator, peralatan lain seperti pemutus sirkuit dan *switchgear* juga diperkirakan akan menghadapi defisit pasar yang lebih besar.
Strategi Industri untuk Mengatasi Kelangkaan
Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan listrik dan pengembang telah menerapkan berbagai strategi. Mereka kini membeli peralatan jauh di muka, bahkan hingga lima tahun ke depan untuk proyek-proyek tertentu, dibandingkan dengan siklus pengadaan satu tahun sebelumnya, menurut Dan Beans, CEO Roseville Electric Utility California.
Strategi lainnya termasuk diversifikasi pemasok ke berbagai negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan, mengunci pasokan dengan perjanjian jangka panjang, dan bahkan menawarkan pembayaran di muka untuk mengamankan slot produksi lebih awal. Sebagai solusi jangka panjang, industri juga mempertimbangkan untuk menunda penutupan pembangkit listrik dan memperluas kapasitas manufaktur komponen di dalam negeri.