Story

Yen Diperkirakan Melemah ke 159 karena Para Analis Strategi Bertaruh pada Bank Sentral Jepang yang Cenderung Lincah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Yen Diperkirakan Melemah ke 159 karena Para Analis Strategi Bertaruh pada Bank Sentral Jepang yang Cenderung Lincah

Summary

Bank-bank besar termasuk Citigroup dan Wells Fargo memperkirakan penurunan nilai yen Jepang, dengan alasan Bank Sentral Jepang kemungkinan akan mengecewakan ekspektasi pasar yang cenderung agresif pada pertemuan kebijakan mendatang.

Text size
Background

Para ahli strategi Wall Street memposisikan diri untuk pelemahan yen Jepang menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ) pada hari Jumat, mengantisipasi bahwa bank sentral akan menyampaikan pesan yang lebih lunak daripada yang diperkirakan pasar keuangan saat ini. Perusahaan-perusahaan termasuk Citigroup dan Wells Fargo telah memberi sinyal bahwa yen siap untuk melemah jika BoJ gagal memenuhi ekspektasi yang lebih tinggi untuk pengetatan moneter.

Ekspektasi yang Agresif Menetapkan Standar yang Tinggi

Konsensus di antara para ahli strategi adalah bahwa pasar mungkin akan kecewa. Para pedagang swap hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 basis poin dari BoJ pada hari Jumat, dengan investor fokus pada pernyataan Gubernur Kazuo Ueda selanjutnya untuk petunjuk tentang jalur kebijakan di masa depan.

Namun, ahli strategi Wells Fargo, Chidu Narayanan, mencatat dalam sebuah laporan bahwa bank sentral kemungkinan tidak akan melampaui taruhan agresif ini. "Ambang batas bagi Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk memenuhi ekspektasi pasar ini tinggi, dan bahkan lebih sulit untuk melampauinya," tulis Narayanan, menambahkan bahwa "risikonya condong ke arah hasil yang lebih lunak daripada yang diperkirakan oleh pasar."

Perkiraan Strategis dan Level Kunci

Beberapa analis telah mengeluarkan perkiraan spesifik untuk potensi penurunan yen terhadap dolar AS, yang diperdagangkan sekitar 156,02 pada saat laporan tersebut diterbitkan.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Citigroup: Para ahli strategi melihat potensi yen untuk jatuh ke 159 per dolar dalam beberapa minggu mendatang.
  • ING: Chris Turner, Kepala Pasar Global, memperkirakan yen akan terdepresiasi ke kisaran 157 hingga 158 jika BoJ tidak memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih lanjut.
  • ABN Amro: Strategis FX Senior Georgette Boele memperkirakan yen akan diperdagangkan di dekat 154 per dolar hingga kuartal pertama tahun 2027.

Konteks yang Lebih Luas dan Prospek Jangka Panjang

Yen telah berada di bawah tekanan terus-menerus selama bertahun-tahun karena perbedaan suku bunga yang lebar antara Jepang dan ekonomi utama lainnya, khususnya Amerika Serikat. Dinamika ini telah diperkuat oleh tindakan kebijakan Federal Reserve baru-baru ini, yang kontras dengan pendekatan hati-hati Bank Sentral Jepang (BoJ).

Meskipun risiko jangka pendek untuk yen adalah penurunan, beberapa ahli strategi melihat potensi pergeseran jangka panjang. Daniel Torben dari Citigroup menyatakan bahwa langkah-langkah kebijakan baru-baru ini merupakan bagian dari "pergeseran paradigma" yang lebih luas yang pada akhirnya dapat memperkuat yen. Secara terpisah, Boele dari ABN Amro mencatat bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat bertindak sebagai hambatan sementara, menunda potensi pemulihan mata uang tersebut.

Back to latest news

LATEST