Story
Imbal Hasil Treasury AS Anjlok Tajam Pasca Data Non-Farm Payrolls Juli Secara Tak Terduga Kontraksi

Imbal hasil obligasi pemerintah AS anjlok di seluruh kurva pada hari Jumat, menyusul rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) yang secara tak terduga menunjukkan kontraksi. Laporan yang lemah ini secara drastis mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve, menekan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Data Ketenagakerjaan Meleset dari Perkiraan
Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi negara itu kehilangan 23.000 pekerjaan pada bulan Juli. Angka ini sangat kontras dengan konsensus pasar yang memperkirakan penambahan 85.000 pekerjaan.
Selain itu, data untuk dua bulan sebelumnya direvisi turun secara gabungan sebesar 103.000. Data yang lemah ini memberikan bukti nyata bahwa lingkungan suku bunga yang tinggi, ditambah dengan gejolak geopolitik, mulai menekan momentum pasar tenaga kerja. Meskipun demikian, tingkat pengangguran dilaporkan sedikit turun menjadi 4,1%.
Reaksi Tajam di Pasar Obligasi
Pasar obligasi merespons dengan aksi beli yang kuat, yang menekan imbal hasil secara signifikan. Pergerakan utama terlihat pada:
Ad- Imbal hasil Treasury 2 tahun, yang paling sensitif terhadap kebijakan moneter, anjlok 9,2 basis poin ke level 4,16%, level terendah sejak 17 Juli.
- Imbal hasil Treasury 10 tahun sebagai acuan turun 8 basis poin menjadi 4,61%.
- Imbal hasil Treasury 30 tahun turun hampir 6 basis poin menjadi 5,175%.
Implikasi bagi Kebijakan The Fed
Data pekerjaan yang mengecewakan ini dengan cepat mengubah kalkulasi pasar mengenai langkah The Fed selanjutnya. Probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16 September, yang sebelumnya diperkirakan sekitar 50-50, kini telah anjlok hingga di bawah 15%.
Investor kini mengalihkan fokus mereka ke laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Juli yang akan dirilis minggu depan. Data inflasi tersebut akan menjadi ujian penting berikutnya untuk menentukan apakah The Fed memiliki cukup alasan untuk memperpanjang jeda kenaikan suku bunganya.