Story

Departemen Keuangan AS Hapus 84 Entitas dari Daftar Sanksi untuk Perampingan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 27, 20262 min read
Departemen Keuangan AS Hapus 84 Entitas dari Daftar Sanksi untuk Perampingan

Summary

Departemen Keuangan AS telah menghapus 84 perusahaan dan individu dari daftar sanksinya sebagai bagian dari tinjauan yang sedang berlangsung untuk merampingkan program dan mengurangi beban kepatuhan bagi lembaga keuangan.

Text size
Background

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada hari Senin menghapus 84 perusahaan dan individu dari daftar sanksinya yang berisi lebih dari 17.000 entitas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengefisienkan program sanksi dan mempermudah bank dalam menindak skema pendanaan teroris yang paling serius.

Rincian Tinjauan Sanksi

Penghapusan ini merupakan gelombang kedua setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent meluncurkan tinjauan besar terhadap program sanksi pada bulan Mei. Tujuannya adalah untuk memastikan sanksi Departemen Keuangan tetap efisien, tajam, dan terfokus, serta menghilangkan daftar yang tidak relevan yang ditinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya.

Menurut seorang pejabat Departemen Keuangan, lebih dari 3.000 nama dimasukkan ke dalam daftar sanksi pada tahun 2024, sebuah lonjakan signifikan dari hanya 880 pada tahun 2017. Entitas yang dihapus dalam gelombang terbaru ini meliputi:

  • 36 orang yang telah meninggal dunia beserta daftar terkait.
  • 33 entitas terkait Irak yang pertama kali dikenakan sanksi pada tahun 1991 atau 1992.
  • 7 daftar terkait narkotika dari Kolombia yang sudah tidak berlaku.
  • 8 gembong narkotika yang operasinya telah dihentikan.

Dampak bagi Lembaga Keuangan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Langkah perampingan ini diperkirakan akan mengurangi beban kepatuhan bagi lembaga keuangan. Tinjauan ini berfokus pada entri sanksi yang lebih tua, yang sering kali tidak memiliki informasi pengenal kunci seperti tanggal lahir, nomor identifikasi unik, atau kebangsaan, yang kini menjadi standar.

Brett Erickson, managing principal di Obsidian Risk Advisors, menyatakan bahwa upaya ini masuk akal dan akan memungkinkan bank untuk fokus pada ancaman yang lebih besar dan sah. Dengan menambahkan data yang lebih kuat dan menghapus entri usang, proses penyaringan kepatuhan (compliance screening) menjadi tidak terlalu memberatkan. Selain itu, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan juga telah menyelesaikan 18 set entri ganda dalam daftar tersebut.

Konteks dan Langkah Selanjutnya

Setiap penghapusan nama dari daftar sanksi didahului oleh tinjauan dari lembaga pemerintah lain untuk memastikan tidak akan merugikan kebijakan luar negeri atau kepentingan keamanan nasional AS. Departemen Keuangan menegaskan bahwa nama-nama tersebut dapat dimasukkan kembali ke dalam daftar jika diperlukan.

Sebagai bagian dari upaya transparansi dan efisiensi, Departemen Keuangan juga meluncurkan portal online baru pada 29 Juni yang memungkinkan individu atau perusahaan yang terkena sanksi untuk mengajukan permohonan penghapusan dari daftar. Inisiatif ini bertujuan untuk menyederhanakan proses penghapusan sanksi (delisting).

Back to latest news

LATEST