Story
AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Jaringan Keuangan Taipan Iran Babak Zanjani

Summary
Departemen Keuangan AS menargetkan sembilan perusahaan dan empat individu di Iran, Turki, dan UEA yang terkait dengan Babak Zanjani. Langkah ini bertujuan untuk menekan jaringan yang membantu Teheran menghindari sanksi dan mendanai Korps Garda Revolusi Islam.
Pemerintah Amerika Serikat pada hari Jumat menjatuhkan sanksi baru terhadap jaringan bisnis yang terkait dengan pemodal Iran, Babak Zanjani, yang menargetkan sembilan perusahaan dan empat individu. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye tekanan ekonomi dan militer AS yang lebih luas terhadap Iran.
Menurut Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury Department), sanksi ini dirancang untuk membongkar jaringan yang memungkinkan rezim Iran menghindari sanksi dan mendanai aktivitasnya, termasuk mendukung Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Rincian Sanksi dan Jaringan yang Ditargetkan
Sanksi terbaru ini menargetkan operasi Zanjani yang berbasis di Iran di bawah konglomerat "Dot One" miliknya, serta beberapa perusahaan di Turki dan Uni Emirat Arab (UEA) yang telah mendukung bursa aset digital miliknya yang sebelumnya telah masuk daftar hitam.
Entitas dan individu yang dikenai sanksi antara lain:
- Konglomerat Dot One: Termasuk perusahaan induk utamanya, Dot One Value Creation Group, serta beberapa anak usahanya di bidang emas, perkeretaapian, dan maskapai penerbangan.
- Perusahaan di Turki: Zedpay Finansal Sistem Ve Hizmetleri Anonim Sirketi (Zedpay) yang berbasis di Istanbul, beserta ketuanya, Mehdi Rezazadeh.
- Perusahaan di UEA: Zedx DMCC dan BZ Diamond FZCO yang berbasis di Dubai, beserta manajer dan kerabat Zanjani, termasuk saudara perempuannya, Bahareh Morteza Zanjani.
- Individu Lain: Rekan Zanjani, Solmaz Bani, yang telah mendaftarkan situs web untuk perusahaan-perusahaan Zanjani.
Latar Belakang Babak Zanjani
AdBabak Zanjani, seorang miliarder yang dihukum karena penipuan, telah lama menjadi tokoh kunci dalam jaringan penghindaran sanksi Iran, menurut Departemen Keuangan. Ia dijatuhi hukuman mati oleh otoritas Iran pada tahun 2016 atas tuduhan penggelapan, namun hukumannya diubah pada tahun 2024.
Setelah keringanan hukumannya, Zanjani kembali muncul sebagai pendukung proyek ekonomi pemerintah Iran. Ia membangun jaringan perusahaan aset digital, termasuk Zedcex dan Zedxion, yang menurut Departemen Keuangan digunakan sebagian untuk mencuci uang bagi IRGC.
Implikasi dan Pernyataan Resmi
Juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, menyatakan bahwa "tindakan ini memberikan tekanan lebih lanjut pada rezim Iran" dan menyerukan pemerintah di seluruh dunia untuk tidak terlibat dengan Zanjani atau pihak lain yang mendukung pemerintah Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menambahkan bahwa Iran sudah membayar "harga ekonomi yang mahal atas perilakunya yang sembrono." Sanksi ini diberlakukan di tengah kondisi ekonomi Iran yang tertekan, dengan mata uang rial yang anjlok ke rekor terendah dan inflasi yang melampaui 60%.