Story
Utang Bulanan AS Capai $155 Miliar, Defisit Fiskal 2026 Menuju $2 Triliun

Departemen Keuangan AS kini meminjam dengan kecepatan rata-rata $155 miliar per bulan pada tahun fiskal 2026, setara dengan $39 miliar per minggu. Laju pinjaman yang pesat ini mendorong defisit federal menuju ambang batas $2 triliun pada akhir tahun fiskal September mendatang, menurut proyeksi dari Committee for a Responsible Federal Budget (CRFB).
Rincian Lonjakan Utang
Berdasarkan data terbaru dari Congressional Budget Office (CBO) yang dikutip oleh CRFB, Amerika Serikat telah meminjam $1,4 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026. Angka ini sudah melampaui total pinjaman pada periode yang sama di tahun fiskal 2025 sebesar $35 miliar, menyoroti percepatan deteriorasi fiskal meskipun ekonomi secara umum terus berekspansi.
Salah satu komponen yang paling memberatkan adalah pembayaran bunga utang. Menurut data CBO yang dikutip oleh Fortune, pembayaran bunga bersih atas utang publik telah mencapai $857 miliar selama sembilan bulan pertama tahun fiskal ini. Sebagai perbandingan, jumlah tersebut melebihi gabungan anggaran untuk Departemen Pertahanan, Perdagangan, Keamanan Dalam Negeri, Pendidikan, dan beberapa lembaga federal lainnya.
Peringatan Ahli dan Dampak Pasar
"Kita kemungkinan akan meminjam $2 triliun atau lebih pada tahun fiskal ini—angka yang mencengangkan mengingat ekonomi terus tumbuh dan tingkat pengangguran rendah," kata Maya MacGuineas, presiden CRFB. Ia memperingatkan bahwa pinjaman akan melonjak lebih tinggi jika pembuat kebijakan gagal mengendalikan belanja program jaminan sosial (entitlements).
AdPasar keuangan sudah merefleksikan biaya untuk menopang beban utang ini. Lelang surat utang Treasury bertenor 10 tahun pada 8 Juli menghasilkan imbal hasil (yield) sebesar 4,58%, sementara lelang obligasi 30 tahun pada 9 Juli mencatatkan imbal hasil 5,058%. Angka ini menunjukkan bahwa investor menuntut kompensasi yang lebih tinggi untuk menyerap pasokan surat utang pemerintah yang terus meningkat.
Konteks dan Prospek ke Depan
Total utang nasional AS tercatat sekitar $39,4 triliun per 10 Juli, dengan rasio utang terhadap PDB mencapai level yang tidak pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Para pengamat fiskal khawatir bahwa negara ini kehabisan kapasitas penyerap guncangan (shock-absorber) sebelum resesi terjadi, sehingga membatasi opsi kebijakan konvensional jika pertumbuhan ekonomi melambat.
Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni pada 14 Juli. Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan pada jalur kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang berpotensi menurunkan biaya servis utang di masa depan. Namun, masalah struktural jangka panjang yang didorong oleh belanja jaminan sosial seperti Social Security dan Medicare tetap menjadi tantangan utama yang belum memiliki konsensus politik untuk penyelesaiannya.