Story
AS-Tiongkok Diskusikan Pemotongan Tarif Jelang KTT Pemimpin Negara

Summary
Amerika Serikat dan Tiongkok dilaporkan tengah membahas penurunan tarif atas produk energi dan pertanian, sebuah langkah yang dapat memperpanjang gencatan senjata dagang menjelang pertemuan puncak kedua pemimpin negara.
Amerika Serikat dan Tiongkok sedang dalam pembicaraan untuk menurunkan tarif atas barang-barang tertentu, termasuk produk energi dan pertanian dari AS, seiring menguatnya prospek perpanjangan gencatan senjata dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Diskusi ini berlangsung menjelang pertemuan puncak antara para pemimpin kedua negara pekan depan, menurut laporan dari Bloomberg News.
Rincian Pembicaraan Tarif
Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, pertemuan pekan depan kemungkinan juga akan menghasilkan kesepakatan untuk memotong bea masuk atas input manufaktur dari Tiongkok. Langkah-langkah ini diperkirakan akan dilaksanakan di bawah rencana pemotongan tarif timbal balik yang telah ada sebelumnya senilai sekitar $30 miliar.
Para sumber tersebut menambahkan bahwa tarif *most-favored-nation* akan diterapkan pada beberapa barang dari Tiongkok. Perkembangan ini menandakan potensi de-eskalasi dalam ketegangan perdagangan yang telah berlangsung lama antara kedua negara.
Konteks Pertemuan Tingkat Tinggi
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada hari Selasa mengonfirmasi bahwa ia akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, akhir pekan ini. Pertemuan tersebut akan mendahului KTT antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan pada 24 September di Washington.
AdSementara itu, Financial Times melaporkan bahwa Washington hanya menawarkan perpanjangan gencatan senjata dagang selama enam bulan. Sikap ini sebagian disebabkan oleh keyakinan AS bahwa Beijing belum sepenuhnya memenuhi komitmen terkait *rare earths* (logam tanah jarang) yang dibuat dalam pertemuan sebelumnya.
Implikasi bagi Ekonomi Global
Perpanjangan gencatan senjata akan menghilangkan salah satu potensi hambatan bagi ekonomi global, yang saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan. Faktor-faktor tersebut antara lain:
- Perang di Iran dan Ukraina
- Harga minyak yang tinggi
- Kekhawatiran inflasi yang kembali muncul dan mendorong kenaikan biaya pinjaman di seluruh dunia
Meskipun demikian, ekspektasi terhadap KTT ini tetap terkendali. Hubungan Tiongkok dengan Iran dan Rusia, serta persaingan dalam teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, tetap menjadi sumber ketegangan yang signifikan antara Washington dan Beijing.