Story
Ketegangan AS-Tiongkok Ancam Upaya Keamanan AI di Tengah Tuduhan Pencurian Properti Intelektual

Ancaman Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi kepada pengembang kecerdasan buatan (AI) Tiongkok atas tuduhan pencurian properti intelektual dan pelanggaran kontrol ekspor berisiko merusak upaya dialog bilateral tentang keamanan AI. Menurut para analis, hal ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa model AI yang semakin kuat dapat menimbulkan pelanggaran keamanan yang serius.
Tuduhan dan Potensi Sanksi
Pejabat AS pada hari Rabu menuduh laboratorium AI Tiongkok, Moonshot, melakukan distilasi pada model Kimi K3 miliknya dari model canggih Fable 5 milik Anthropic. Tuduhan ini mendorong Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, untuk memperingatkan adanya potensi sanksi. Distilasi adalah proses melatih model AI menggunakan output dari model yang lebih canggih untuk menekan biaya pelatihan.
Selain itu, Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS juga sedang menyelidiki apakah perusahaan Tiongkok seperti Moonshot mengakses cip canggih AS secara ilegal untuk melatih model mereka. Juru bicara Moonshot tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Dialog Keamanan AI Terancam
Sengketa ini menyoroti ketegangan yang berkembang dalam perlombaan AI antara AS dan Tiongkok. Kedua belah pihak memandang AI terdepan (*frontier AI*) sebagai aset strategis sekaligus risiko keamanan. Para ahli berpendapat kerja sama dalam standar keselamatan menjadi semakin mendesak karena model-model yang kuat dapat disalahgunakan untuk serangan siber atau aplikasi berbahaya lainnya.
AdMenurut para analis, tuduhan ini, ditambah dengan laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan pembatasan pada model open-weight Tiongkok, dapat memicu tindakan balasan dan membahayakan rencana dialog AI AS-Tiongkok pada bulan September. "Tergantung pada jumlah perusahaan Tiongkok yang menjadi sasaran... tindakan pembalasan berpotensi menggagalkan dialog AI dan pertemuan antara kedua presiden," kata Paul Triolo, seorang mitra di DGA-Albright Stonebridge Group.
Risiko Model dan Perlunya Standar Global
Para ahli industri menyoroti risiko yang ditimbulkan oleh model *open-weight*, yang dapat diunduh, dimodifikasi, dan didistribusikan kembali dengan sedikit pengawasan. Yoshua Bengio, yang dikenal sebagai "Godfather of AI", memperingatkan bahwa keputusan untuk menyebarkan dan membagikan model *open-weight* bersifat permanen dan perlindungan keamanannya lebih mudah dihilangkan.
Berbeda dengan raksasa AS seperti OpenAI dan Anthropic, banyak laboratorium AI di Tiongkok kekurangan sumber daya komputasi untuk pelatihan keselamatan yang ekstensif dan lebih fokus pada peningkatan kapabilitas model. Beberapa peneliti keamanan AI berpendapat bahwa model AI terdepan di AS dan Tiongkok harus menghadapi pengujian pra-rilis yang lebih ketat dan evaluasi pihak ketiga yang independen. "Dalam dunia yang ideal, kedua negara akan bekerja sama untuk model yang lebih aman... menyetujui standar bersama seputar pengujian pra-rilis," kata Kristy Loke, seorang peneliti di MATS.