Story
Dewan Keamanan PBB Gelar Jajak Pendapat Informal untuk Pilih Sekjen Baru

Summary
Dewan Keamanan PBB akan memulai jajak pendapat informal tertutup pada hari Kamis untuk menilai dukungan bagi tujuh kandidat yang bersaing menggantikan Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengadakan putaran pertama pemungutan suara informal yang dikenal sebagai "straw poll" pada hari Kamis. Proses tertutup ini bertujuan untuk mengukur tingkat dukungan bagi tujuh kandidat yang saat ini bersaing untuk menjadi kepala PBB berikutnya, menggantikan Antonio Guterres yang masa jabatannya berakhir pada akhir tahun ini.
Mekanisme Jajak Pendapat
*Straw poll* adalah pemungutan suara informal dan tidak mengikat yang dilakukan di antara 15 anggota Dewan Keamanan. Dalam proses rahasia ini, setiap anggota akan memberikan suara "mendorong" (*encourage*), "tidak mendorong" (*discourage*), atau "tidak berpendapat" (*no opinion*) untuk masing-masing kandidat.
Pada tahap awal, semua surat suara identik, sehingga hanya tingkat dukungan dan penolakan secara keseluruhan yang terlihat. Namun, pada putaran selanjutnya, lima anggota tetap yang memiliki hak veto—Tiongkok, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat—akan menggunakan surat suara dengan warna berbeda. Hal ini akan mengungkap apakah seorang kandidat menerima suara "tidak mendorong" dari salah satu kekuatan veto, yang secara efektif dapat mengakhiri pencalonan mereka.
Para Kandidat dan Proses Seleksi
Saat ini belum ada kandidat yang menjadi unggulan. Proses seleksi diperkirakan akan berlanjut dengan beberapa putaran pemungutan suara hingga akhir September atau awal Oktober. Para kandidat yang bersaing antara lain:
Ad- Rafael Grossi (Argentina), kepala badan pengawas nuklir PBB
- Michelle Bachelet (Chili), mantan Presiden Chili
- Rebeca Grynspan (Kosta Rika), mantan Wakil Presiden Kosta Rika
- Maria Fernanda Espinosa (Ekuador), mantan Menteri Luar Negeri Ekuador
- Carolyn Rodrigues-Birkett (Guyana), mantan Menteri Luar Negeri Guyana
- Macky Sall (Senegal), mantan Presiden Senegal
- Olara Otunnu (Uganda), seorang diplomat veteran
Presiden Dewan Keamanan saat ini, Duta Besar Kongo Zenon Mukongo Ngay, mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa pemungutan suara putaran pertama akan berlangsung pada Kamis pagi. Dewan Keamanan pada akhirnya akan mengadopsi resolusi untuk merekomendasikan satu kandidat kepada Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara untuk persetujuan akhir.
Tantangan bagi Pemimpin Baru
Sekretaris Jenderal PBB berikutnya akan menghadapi tugas berat untuk merevitalisasi organisasi yang dinilai sedang mengalami krisis dan penurunan wibawa. Menurut Reuters, penerus Guterres juga berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mereformasi birokrasi yang membengkak dan mahal serta mengurangi duplikasi di berbagai agensinya.