Story
Dewan IMO Mendesak Negara-Negara Tolak Upaya Iran Kendalikan Selat Hormuz

Dewan pengatur badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat bahwa negara-negara anggota harus menolak upaya Iran untuk memaksakan kedaulatan atas Selat Hormuz. Keputusan ini juga mengecam langkah sepihak Teheran yang membentuk sebuah badan untuk mengontrol lalu lintas di jalur air strategis tersebut.
Keputusan Dewan IMO
Dalam sebuah sesi yang membahas perlindungan jalur pelayaran vital, dewan beranggotakan 40 negara dari International Maritime Organization (IMO) yang berbasis di London mengeluarkan keputusan tidak mengikat. Teks keputusan tersebut "sangat mengutuk" langkah Iran untuk "mendirikan entitas yang bertujuan mengontrol lalu lintas melalui selat tersebut."
Dewan IMO menyerukan kepada negara-negara anggota untuk:
- Tidak mengakui klaim kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
- Tidak mengakui pernyataan yurisdiksi Iran atas zona maritim negara ketiga di dalam dan sekitar selat.
- Tidak mengakui keputusan Iran yang bertujuan untuk "menutup, menghalangi, menghambat, atau mengganggu navigasi internasional dan hak lintas transit."
Langkah ini diambil setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat, dipicu oleh serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut yang menurut Washington dilakukan oleh Teheran.
Klaim Iran dan Latar Belakang
AdIran baru-baru ini membentuk Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority). Dalam sebuah edaran pada bulan Juni, otoritas tersebut menyatakan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melewati jalur air tersebut "tanpa izin lintas yang sah" yang dikeluarkan oleh badan itu.
Menanggapi hal ini, delegasi Iran di IMO menyatakan bahwa negaranya menolak "tuduhan yang selektif, bermotif politik, dan tidak berdasar secara hukum." Teheran berargumen bahwa Iran bukan merupakan pihak dalam konvensi maritim internasional UNCLOS dan "tidak terikat oleh rezim berbasis perjanjian tersebut." Menurut Iran, langkah-langkah yang diterapkan bertujuan untuk menjaga keselamatan dan keamanan maritim serta melindungi kepentingan keamanan vitalnya, dan tidak sama dengan penutupan selat.
Implikasi bagi Pasar dan Pelayaran
Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, terutama untuk pengiriman minyak mentah global. Setiap upaya untuk mengontrol atau menghalangi lalu lintas di selat ini berpotensi mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan biaya pengiriman serta asuransi.
Bagi investor dan pasar komoditas, perkembangan ini menambah lapisan risiko geopolitik. Ketidakpastian mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz dapat menyebabkan volatilitas harga minyak dan berdampak pada saham perusahaan energi dan pelayaran internasional.