Story

Trump Ancam Serang Iran Lagi, Sebut Gencatan Senjata 'Telah Berakhir'

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 8, 20261 min read
Trump Ancam Serang Iran Lagi, Sebut Gencatan Senjata 'Telah Berakhir'

Summary

Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap Iran pada Rabu malam, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata awal dengan Teheran 'telah berakhir'. Pernyataan ini disampaikan di sela-sela KTT NATO di Ankara.

Text size
Background

ANKARA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Rabu mengancam akan kembali menyerang Iran, setelah menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata awal dengan Republik Islam itu "telah berakhir". Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Trump mengecam para pejabat Iran atas apa yang ia sebut sebagai ketidakpatuhan terhadap kesepakatan yang telah dinegosiasikan. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan melakukan serangan tambahan pada Rabu malam setelah serangan yang dilakukan sehari sebelumnya. "Saya akan beri sedikit peringatan: Kami akan memukul mereka dengan keras malam ini," kata Trump kepada wartawan.

Meski begitu, Trump tidak secara eksplisit menyatakan apakah Washington akan kembali ke perang skala penuh atau mengklarifikasi apakah akan ada negosiasi lebih lanjut untuk mengubah kesepakatan awal menjadi perjanjian permanen. Komentarnya telah menyebabkan harga minyak melonjak.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Trump mengulangi tujuannya bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir, tetapi menyarankan bahwa tujuan itu mungkin perlu dicapai tanpa kesepakatan. "Mereka tidak akan pernah membuat senjata nuklir di bawah kesepakatan kita, tapi saya tidak tahu apakah kita akan memiliki kesepakatan. Kita mungkin melakukannya tanpa kesepakatan, karena Anda tahu, itu lebih mudah, karena orang-orang ini, mereka berbohong dan mereka curang," ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi permusuhan. Iran sebelumnya menyatakan telah menargetkan situs-situs militer AS di Bahrain dan Kuwait setelah pasukan AS menyerang target-target Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal tanker di Selat Hormuz. Ketegangan yang kembali memanas ini juga telah meningkatkan kekhawatiran keamanan di sekitar jalur pelayaran vital tersebut.

Back to latest news

LATEST