Story
Saham Tomra Systems Anjlok Akibat Perubahan Kebijakan Daur Ulang di Prancis

Saham Tomra Systems (TOM) anjlok 6,8% setelah pemerintah Prancis mengonfirmasi pembatalan rencana untuk mewajibkan sistem pengembalian deposit (deposit return system/DRS) nasional untuk wadah minuman. Keputusan ini merupakan pukulan bagi salah satu pasar pertumbuhan yang paling diawasi ketat oleh perusahaan.
Perubahan Kebijakan Daur Ulang Prancis
Berdasarkan kebijakan yang direvisi, pemerintah kota di Prancis akan bebas memilih pendekatan daur ulang mereka sendiri untuk memenuhi target Uni Eropa. Target tersebut adalah mengumpulkan 90% wadah minuman, yang kini dapat dicapai melalui perluasan infrastruktur penyortiran, bukan hanya melalui mesin penjual otomatis terbalik (reverse vending machine) yang menjadi inti bisnis Koleksi Tomra.
Perubahan ini menciptakan ketidakpastian mengenai probabilitas dan waktu peluncuran DRS di Prancis. Aksi jual ini juga berdampak pada kompetitor langsung Tomra, Envipco, yang sahamnya bahkan anjlok lebih dalam.
Reaksi Pasar dan Pandangan Analis
Analis Pareto Securities, Fabian Jørgensen, mencoba menenangkan reaksi pasar. Ia menunjukkan bahwa tingkat pengumpulan Prancis saat ini yang hanya sekitar 50% membuat target 90% dari Uni Eropa sangat sulit dicapai tanpa skema deposit formal.
AdJørgensen berpendapat bahwa langkah pemerintah ini mungkin sebagian bertujuan untuk meredakan oposisi politik lokal, bukan untuk menutup pintu secara permanen terhadap penerapan DRS di masa depan.
Konteks Kinerja Saham
Penurunan ini terjadi setelah kinerja saham Tomra yang kuat pada bulan Agustus, didorong oleh laporan pendapatan kuartal kedua yang memecahkan rekor dan kemenangan kontrak yang menjanjikan di Inggris. Namun, investor kini tampaknya menilai kembali seberapa solid landasan regulasi untuk rencana jangka panjang DRS Tomra.
Dengan saham yang sekarang diperdagangkan jauh di bawah level tertinggi 52-minggu di NOK 158,40 dan lebih dekat ke level terendah 52-minggu di NOK 89,80, sentimen pasar menjadi lebih berhati-hati. Hal ini diperparah oleh tekanan margin yang sudah ada di segmen Koleksi dan Daur Ulang perusahaan dalam beberapa kuartal terakhir.