Story
Analis: Ketidakpastian Strategi Bitcoin dari Strategy Ciptakan Gejolak Jangka Pendek

Ketidakpastian seputar evolusi strategi kepemilikan Bitcoin oleh Strategy, pemegang korporat terbesar aset kripto ini, menciptakan gejolak jangka pendek di pasar, menurut catatan analis Standard Chartered. Meskipun demikian, bank investasi tersebut menegaskan kembali prospek bullish jangka menengahnya, dengan alasan bahwa komunikasi yang lebih jelas dari perusahaan akan meredakan kekhawatiran pasar.
Pergeseran dari Mantra 'Tidak Akan Jual'
Analis Geoff Kendrick dari Standard Chartered menyoroti bahwa Strategy—sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy—tampaknya beralih dari mantra "tidak akan pernah menjual Bitcoin" ke pendekatan yang lebih kompleks. Perusahaan ini merupakan entitas korporat dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, memegang 843.775 koin, yang mewakili lebih dari 4% dari total pasokan 21 juta koin yang akan pernah ada.
Perubahan strategi ini didorong oleh metrik mNAV perusahaan (nilai perusahaan dibagi dengan kepemilikan Bitcoin) yang turun ke level sekitar 1,0. Angka ini menandakan model lama, yaitu menerbitkan saham untuk membeli Bitcoin, tidak lagi seefektif sebelumnya dalam menciptakan nilai premium bagi pemegang saham.
Fokus pada Produk Kredit Baru
Sebagai gantinya, Standard Chartered mengamati bahwa Strategy kini "berpaling ke arah memegang Bitcoin sebagai penjamin untuk saham preferennya," yang dikenal dengan ticker STRC. Produk ini pada dasarnya berfungsi sebagai produk kredit, dengan nilai nosional yang beredar sekitar $10 miliar.
AdKendrick menyatakan bahwa saham preferen STRC "memiliki jaminan yang sangat berlebih (*heavily over-collateralised*)" dan seharusnya dapat kembali diperdagangkan di harga par $100 dari level saat ini di sekitar $90. Ini menunjukkan bahwa fundamental produk tersebut kuat, didukung oleh cadangan Bitcoin yang masif.
Implikasi bagi Pasar Bitcoin
Bagi investor Bitcoin, implikasi utamanya terletak pada komunikasi Strategy. Kendrick menekankan bahwa komunikasi yang efektif mengenai pendekatan baru ini "adalah kunci untuk meyakinkan pasar bahwa penjualan besar-besaran tidak mungkin terjadi." Jika sinyal ini berhasil, maka tekanan jual yang membayangi pasar akibat ketidakpastian ini dapat dihilangkan.
Standard Chartered memandang pelemahan harga Bitcoin baru-baru ini lebih sebagai "gejolak (*noise*)" daripada sinyal perubahan arah jangka menengah. Dengan dasar pemikiran ini, bank tersebut mempertahankan proyeksi harga Bitcoin di level $100.000 pada akhir tahun 2026.