Story
Arus Masuk ETF Bitcoin Berakhir Setelah 7 Hari di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga

Produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot yang diperdagangkan di AS mengalami arus keluar modal yang signifikan pada paruh kedua pekan lalu, mengakhiri tren arus masuk bersih selama tujuh hari berturut-turut. Perkembangan ini menyoroti rapuhnya pemulihan harga aset kripto tersebut di tengah meningkatnya ketidakpastian makroekonomi.
Arus Keluar Signifikan Hentikan Tren Positif
Menurut data pasar terbaru, pada tanggal 23 dan 24 Juli, ETF Bitcoin spot secara kolektif mencatat arus keluar bersih lebih dari $465 juta. Arus keluar ini dipimpin oleh dana IBIT milik BlackRock.
Perubahan sentimen ini mematahkan laju arus masuk yang telah berlangsung selama tujuh sesi perdagangan. Meskipun terjadi penarikan dana yang besar, secara mingguan ETF ini masih berhasil mencatatkan arus masuk bersih sebesar $33,8 juta. Angka ini menandai minggu ketiga berturut-turut dengan arus masuk bersih, setelah sebelumnya mengalami delapan minggu arus keluar dengan total kumulatif mencapai $8,3 miliar.
Faktor Makroekonomi Menekan Harga
Kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve AS kembali menaikkan suku bunga menjadi pemicu utama aksi jual ini. Sentimen negatif tersebut terbukti lebih kuat daripada optimisme seputar potensi kemajuan legislasi kripto di AS, seperti RUU CLARITY.
AdAset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin cenderung berada di bawah tekanan ketika suku bunga riil meningkat, karena hal ini menaikkan biaya peluang untuk memegangnya. Menurut Ivan Lim, seorang trader derivatif senior di FalconX, ketidakpastian yang didorong oleh faktor makroekonomi diperkirakan akan terus berlanjut, meskipun prospek struktural untuk Bitcoin tetap positif dalam jangka panjang.
Korelasi dengan Aset Berisiko dan Narasi yang Diuji
Dalam beberapa waktu terakhir, Bitcoin menunjukkan korelasi yang semakin erat dengan aset berisiko lainnya, terutama saham teknologi. Ketika investor mengurangi eksposur pada saham-saham seperti semikonduktor atau AI, mereka sering kali juga mengurangi alokasi pada aset kripto. Hal ini menguji narasi Bitcoin sebagai "emas digital" atau aset lindung nilai yang independen dari pasar saham.
Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh langkah MicroStrategy, salah satu pemegang Bitcoin korporat terbesar, yang telah menjual sebagian kecil kepemilikannya. Walaupun jumlahnya tidak signifikan dibandingkan total cadangannya, langkah ini mematahkan narasi bahwa perusahaan tersebut hanya akan terus mengakumulasi Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa bahkan pemegang besar pun dapat menjadi penjual di bawah tekanan kondisi keuangan tertentu.
Analis pasar mencermati bahwa beberapa hari perdagangan ke depan akan menjadi krusial. Rachael Lucas, seorang analis di BTC Markets, menyatakan bahwa jika arus dana kembali stabil, penarikan baru-baru ini dapat dianggap sebagai jeda sementara. Namun, jika arus keluar masif berlanjut untuk minggu kedua, hal itu akan menandakan masalah yang lebih serius bagi pasar.