Story
Saham SpaceX Anjlok, Tertekan Kekhawatiran Valuasi dan Kompetisi dari China

Saham Space Exploration Technologies Corp (SPCX) anjlok hampir 4,8% pada perdagangan pagi, menyentuh level $138,35. Pelemahan ini membawa harga saham mendekati level terendah 52 minggu sekaligus harga IPO-nya di $135, di tengah konvergensi sentimen negatif dari berbagai faktor.
Rentetan Tekanan Jual
Tekanan terhadap saham SpaceX dipicu oleh beberapa katalis utama. Investor veteran George Noble secara terbuka menyebut SpaceX sebagai "gelembung valuasi saham berkapitalisasi besar paling parah" yang pernah ia lihat, dengan estimasi nilai wajar hanya $30 per saham. Pernyataan ini memperkuat sentimen *bearish* di pasar.
Secara struktural, Morgan Stanley menyoroti keberhasilan China dalam memulihkan *booster* roket kelas orbital Long March 10B. Menurut bank investasi tersebut, pencapaian ini menjadikan China sebagai ancaman kompetitif jangka panjang terbesar bagi dominasi peluncuran SpaceX, karena hanya SpaceX dan Blue Origin yang sebelumnya berhasil melakukan hal serupa.
Kekhawatiran investor juga ditambah oleh potensi kelebihan pasokan saham. Periode *lock-up* bagi investor awal akan berakhir, dengan jendela penjualan besar pertama dibuka bersamaan dengan rilis laporan keuangan kuartal kedua pada akhir Juli. Sekitar 20% saham yang terkunci dapat masuk ke pasar, berpotensi menggandakan jumlah saham yang beredar di publik saat ini.
Sentimen Pasar Memburuk
AdPelemahan saham SpaceX diperparah oleh sentimen *risk-off* yang melanda pasar saham teknologi secara global. Aksi jual massal saham cip yang dimulai di Asia, dipimpin oleh penurunan harian terbesar dalam sejarah SK Hynix, menyebar ke bursa Eropa dan Amerika Serikat, menekan indeks Nasdaq hingga turun 0,9%.
Selain itu, meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran mendorong investor untuk menjauhi aset-aset berisiko tinggi seperti saham pertumbuhan (*high-beta growth equities*). Laporan mengenai serangan balasan dan penutupan Selat Hormuz menciptakan ketidakpastian yang signifikan di pasar keuangan.
Konteks dan Prospek
Meskipun ada berita positif dari Federal Aviation Administration (FAA) yang telah menyelesaikan investigasi dan memberikan izin untuk uji terbang Starship berikutnya, hal ini tidak cukup untuk membendung tekanan jual. Di sisi lain, Bernstein SocGen mempertahankan peringkat Outperform dengan target harga $239, memberikan sedikit dukungan di tengah sentimen negatif.
Kombinasi kritik tajam terhadap valuasi, munculnya pesaing kuat dari China, ancaman pasokan saham, dan aksi jual di sektor teknologi secara keseluruhan telah mendorong saham SPCX ke level terendah sejak IPO. Ini merupakan pembalikan arah yang tajam dari puncak pasca-IPO di level $225,64 yang dicapai kurang dari sebulan lalu.