Story
Harga Minyak Fisik Melonjak ke Level Tertinggi Dua Bulan di Tengah Gangguan Pasokan

Summary
Harga minyak mentah fisik di Timur Tengah, Eropa, dan Afrika mencapai level tertinggi dalam dua bulan, didorong oleh gangguan pasokan akibat konflik di Iran dan Ukraina yang memaksa pembeli mencari sumber alternatif.
Harga minyak mentah fisik di Timur Tengah, Eropa, dan Afrika melonjak pekan ini ke level tertinggi dalam dua bulan, dengan beberapa jenis minyak mendekati $110 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh serangkaian gangguan pasokan yang terkait dengan konflik di Iran dan Ukraina, yang mendorong para pembeli untuk berebut mencari sumber alternatif.
Pemicu Gangguan Pasokan
Ketegangan geopolitik di dua wilayah utama menjadi pendorong utama pengetatan pasar. Di Timur Tengah, serangan oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap kapal-kapal tanker di Laut Merah memaksa beberapa pengiriman minyak Arab Saudi untuk dialihkan melalui rute yang lebih panjang mengelilingi Afrika. Serangan ini menyusul runtuhnya kesepakatan damai awal antara AS dan Iran serta meningkatnya gangguan ekspor melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, Kazakhstan pada hari Kamis mengumumkan telah mengurangi produksi minyaknya. Langkah ini diambil setelah dugaan serangan pesawat tak berawak Ukraina memaksa penutupan terminal ekspor utamanya untuk minyak mentah CPC Blend di Laut Hitam, yang secara signifikan membatasi pasokan dari wilayah tersebut.
AdDampak pada Tolok Ukur Global
Kekhawatiran pasokan ini secara langsung tercermin pada harga tolok ukur (benchmark) minyak fisik global.
- Dated Brent, yang digunakan untuk menetapkan harga lebih dari 60% kargo minyak mentah fisik dunia, mencapai $105,70 per barel pada hari Kamis, menurut data LSEG. Ini merupakan level tertinggi sejak akhir Mei dan pertama kalinya menembus angka $100 sejak awal Juni.
- Minyak mentah North Sea Forties, yang harganya mengacu pada Brent, naik menjadi $108,77 per barel pada hari Jumat.
- Premi spot untuk patokan Timur Tengah, Dubai, terhadap swap berjangka melonjak dua kali lipat menjadi $12,74 per barel pada hari Kamis. Sementara itu, premi Oman naik menjadi $12,62 per barel, menurut data Reuters, di mana keduanya mencapai level tertinggi sejak akhir Mei.