Story
OPEC+ Diperkirakan Pertahankan Kebijakan Produksi Minyak pada Pertemuan Hari Minggu

Summary
OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan produksi minyaknya untuk bulan Oktober dalam pertemuan hari Minggu, seiring fokus kelompok yang beralih ke negosiasi kuota untuk tahun 2027.
OPEC+ kemungkinan besar akan mempertahankan kebijakan produksi minyaknya tidak berubah untuk bulan Oktober pada pertemuan yang dijadwalkan hari Minggu, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah ini. Keputusan ini diambil saat kelompok produsen tersebut menyelesaikan pemulihan pemangkasan produksi dan mengalihkan fokusnya ke negosiasi kuota yang kompleks untuk tahun 2027.
Latar Belakang Keputusan
Pertemuan yang akan diadakan secara daring pada pukul 11.00 GMT ini akan melibatkan tujuh anggota inti OPEC+: Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Keputusan untuk mempertahankan status quo sejalan dengan selesainya pemulihan bertahap dari pemangkasan pasokan sebesar 1,65 juta barel per hari (bph) yang pertama kali disepakati pada tahun 2023.
Meski kuota produksi telah dinaikkan sepanjang tahun ini, realisasi produksi di lapangan sering kali lebih rendah dari target. Menurut sumber tersebut, gangguan ekspor akibat konflik di Iran dan Ukraina telah membatasi pasokan aktual dari Teluk, Rusia, dan Kazakhstan, sehingga mengurangi dampak langsung dari keputusan kuota OPEC+ terhadap pasar.
Fokus Beralih ke Kuota 2027
Dengan satu lapisan pemangkasan telah selesai, perhatian OPEC+ kini beralih ke masa depan. Kelompok ini sedang meninjau kapasitas produksi setiap anggota untuk menetapkan *baseline* produksi baru yang akan menjadi dasar penentuan kuota untuk tahun 2027.
AdSebuah laporan audit kapasitas yang dilakukan oleh konsultan independen DeGolyer and MacNaughton diperkirakan akan diserahkan kepada OPEC pada akhir September. Laporan ini dapat memicu negosiasi yang sulit menjelang pertemuan akhir tahun, karena beberapa anggota, seperti Irak, telah mendorong kuota yang lebih tinggi untuk mencerminkan peningkatan kapasitas produksi mereka.
Dinamika Internal dan Prospek Pasar
Negosiasi *baseline* merupakan isu sensitif di dalam grup. Uni Emirat Arab (UEA) meninggalkan OPEC pada bulan Mei, sebagian karena merasa kuotanya tidak mencerminkan kapasitas produksinya yang terus bertambah. Perkembangan ini menyoroti potensi perpecahan di masa depan jika kesepakatan tidak tercapai.
Bagi pasar minyak, keputusan untuk tidak mengubah kebijakan memberikan tingkat kepastian jangka pendek. Namun, investor akan mencermati hasil negosiasi *baseline* 2027, karena hal itu akan menentukan strategi pasokan jangka panjang OPEC+ dan pengaruhnya terhadap harga minyak global di tahun-tahun mendatang.