Story
Harga Minyak Anjlok Setelah AS Hentikan Serangan, Iran Tegaskan Kendali Atas Selat Hormuz

Summary
Harga minyak mentah Brent anjlok tajam setelah AS menghentikan kampanye pengeboman terhadap Iran, meskipun Teheran menyatakan tetap mengendalikan Selat Hormuz dan menolak pembicaraan damai.
Harga minyak mentah anjlok pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan kampanye pengeboman selama dua minggu terhadap Iran. Namun, Teheran menegaskan bahwa pihaknya masih mengendalikan Selat Hormuz dan tidak berniat melanjutkan pembicaraan damai, yang mengindikasikan ketegangan geopolitik masih tinggi.
Dampak Langsung ke Pasar Komoditas
Penghentian serangan militer AS memicu aksi jual di pasar energi, didorong oleh harapan bahwa pasokan minyak global yang terganggu dapat segera pulih. Harga minyak mentah Brent anjlok sekitar 7,8% pada pertengahan pagi, diperdagangkan di bawah $90 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah harga Brent sempat melonjak di atas $100 per barel pada minggu lalu untuk pertama kalinya sejak bulan Mei, di tengah eskalasi konflik. Investor kini memantau dengan cermat apakah jalur pelayaran vital di Selat Hormuz akan kembali normal.
AS Hentikan Serangan, Iran Tetap Tegas
Keputusan Trump untuk menangguhkan kampanye pengeboman yang telah berlangsung selama 13 malam berturut-turut dilaporkan mengikuti saran dari para petinggi militernya. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa para komandan militer menyarankan presiden bahwa mereka kehabisan target dan khawatir akan menipisnya persenjataan pertahanan udara yang melindungi pangkalan AS di wilayah tersebut.
AdMeski begitu, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda melunak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmail Baghaei, menyatakan pada hari Senin bahwa Iran tidak meminta untuk melanjutkan pembicaraan damai. Selain itu, untuk menegaskan kendalinya, beberapa media pemerintah Iran mengutip "sumber yang terinformasi" yang mengatakan bahwa Iran telah memutar balik enam kapal pada Senin pagi yang mencoba melintasi selat tanpa izin.
Latar Belakang Konflik dan Ketidakpastian
Kampanye pengeboman AS diluncurkan sebagai hukuman setelah Teheran menembaki kapal-kapal yang menggunakan rute melalui selat yang dipromosikan oleh Amerika Serikat. Iran bersikeras bahwa kapal-kapal hanya boleh melewati jalur yang lebih dekat dengan pantainya, yang berada di bawah kendalinya.
Penghentian serangan ini menyisakan ketidakpastian mengenai langkah Washington selanjutnya untuk mencapai tujuannya mematahkan cengkeraman Iran di selat tersebut. Meskipun ada kesepakatan kerangka kerja untuk perundingan pada bulan Juni, kedua belah pihak berselisih mengenai interpretasi bahasa memorandum terkait Selat Hormuz, sehingga jalur diplomatik ke depan masih belum jelas.