Story

Harga Minyak Melonjak Menuju Kenaikan Mingguan Tajam di Tengah Eskalasi AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 4, 20262 min read
Harga Minyak Melonjak Menuju Kenaikan Mingguan Tajam di Tengah Eskalasi AS-Iran

Summary

Harga minyak mentah Brent dan WTI bersiap untuk kenaikan mingguan signifikan, masing-masing sebesar 7% dan 10%, akibat meningkatnya ketegangan militer di Selat Hormuz yang mengancam pasokan global.

Text size
Background

Harga minyak naik dalam perdagangan Asia dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan yang tajam, dipicu oleh eskalasi permusuhan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan berkepanjangan pada aliran energi melalui Selat Hormuz yang strategis.

Pada pukul 21:07 ET (01:07 GMT), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik 0,2% menjadi $95,67 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,3% ke level $91,58 per barel. Kedua kontrak acuan ini telah mencapai level tertinggi dalam enam minggu di sesi sebelumnya.

Eskalasi Konflik Memicu Kekhawatiran Pasokan

Kenaikan harga ini mengikuti serangan AS terhadap target-target Iran awal pekan ini, termasuk aset militer di dekat Selat Hormuz. Iran merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap posisi AS dan sekutunya di kawasan Teluk, menambah ketidakpastian di pasar.

Fokus utama para pelaku pasar tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk minyak global. Iran dilaporkan telah memperluas pembatasan terhadap pelayaran internasional yang melewati perairan tersebut. Perkembangan ini mengancam akan memperketat pasar minyak global jika gangguan terus berlanjut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Kamis menyatakan bahwa AS tidak berencana mengadakan pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz, mengisyaratkan bahwa ketegangan kemungkinan akan tetap tinggi.

Faktor Fundamental Turut Mendukung Harga

Selain sentimen geopolitik, harga minyak juga didukung oleh fundamental pasar yang lebih ketat. Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah komersial AS turun menjadi sekitar 424,5 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus, dari 428,9 juta barel pada minggu sebelumnya.

Sementara itu, kelompok produsen OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan produksi minyaknya untuk bulan Oktober saat bertemu pada hari Minggu, menurut laporan Reuters yang mengutip beberapa sumber. Namun, keputusan OPEC+ kemungkinan akan kurang berdampak pada harga dibandingkan dengan potensi gangguan pasokan dari Selat Hormuz yang saat ini menjadi perhatian utama pasar.

Back to latest news

LATEST