Story

Harga Minyak Turun Akibat Kesepakatan Pelayaran Hormuz dan Kenaikan Stok AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 6, 20262 min read
Harga Minyak Turun Akibat Kesepakatan Pelayaran Hormuz dan Kenaikan Stok AS

Summary

Harga minyak mentah melanjutkan pelemahan di tengah kemajuan kesepakatan jalur pelayaran Iran-Oman di Selat Hormuz dan kenaikan tak terduga pada inventaris minyak mentah AS yang mengindikasikan permintaan lebih rendah.

Text size
Background

Harga minyak mentah melanjutkan penurunannya pada hari Kamis, tertekan oleh tanda-tanda kemajuan dalam pemulihan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dan kenaikan tak terduga dalam stok minyak mentah Amerika Serikat. Perkembangan ini menambah sentimen negatif di pasar, dengan kedua kontrak acuan utama berpotensi mencatat kerugian mingguan lebih dari 10%.

Kesepakatan Hormuz dan Data Inventaris AS

Berdasarkan data pasar pada pukul 21:02 ET (01:02 GMT), kontrak minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Oktober turun 0,2% menjadi $79,28 per barel. Sementara itu, kontrak West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,4% ke level $74,90 per barel.

Sentimen pasar membaik setelah Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai koordinat rute pelayaran yang diusulkan melalui Selat Hormuz. Jalur air strategis ini menangani sekitar seperlima dari total perdagangan minyak dan LNG global. Namun, para pedagang tetap berhati-hati karena kesepakatan ini belum berarti pembukaan kembali selat secara penuh, dengan negosiasi mengenai biaya kargo, inspeksi, dan keamanan yang lebih luas masih belum terselesaikan.

Tekanan jual lebih lanjut datang dari data pemerintah AS. Laporan tersebut menunjukkan bahwa stok minyak mentah secara tak terduga naik sekitar 2,5 juta barel pekan lalu. Angka ini berbanding terbalik dengan ekspektasi pasar yang memprediksi penarikan sebesar 1,5 juta barel, sehingga mengindikasikan kemungkinan permintaan jangka pendek yang lebih lemah.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Geopolitik dan Risiko Pasar

Prospek peningkatan pergerakan kapal tanker melalui Hormuz telah meredakan sebagian kekhawatiran atas gangguan pasokan berkepanjangan yang telah mendorong harga minyak naik tajam dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun demikian, para analis menilai bahwa premi risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang dari pasar, mengingat negosiasi yang kerap mengalami kemunduran.

Ketidakpastian juga diperburuk oleh pernyataan yang saling bertentangan antara Washington dan Teheran. Presiden AS Donald Trump mengindikasikan adanya pembicaraan, namun Iran secara terbuka membantah bahwa perundingan damai sedang berlangsung.

Selain itu, kekhawatiran keamanan di wilayah lain tetap tinggi. Serangan Houthi terhadap kapal di Laut Merah, konflik yang memengaruhi perdagangan maritim Rusia dan Ukraina, serta gangguan pada rute ekspor utama Kazakhstan menyoroti bahwa risiko terhadap pasokan energi global tetap ada meskipun ada optimisme seputar Hormuz.

Back to latest news

LATEST