Story
Saham O-I Glass Anjlok Akibat Penurunan Peringkat Ganda dari BofA

Summary
Saham O-I Glass merosot tajam setelah BofA Securities menurunkan peringkatnya dari 'Buy' menjadi 'Underperform' dan memangkas target harga, dengan alasan meningkatnya keraguan terhadap target keuangan perusahaan.
Saham O-I Glass (NYSE: OI) anjlok 3,0% dalam perdagangan pra-pembukaan setelah BofA Securities mengeluarkan penurunan peringkat ganda (*double downgrade*) untuk saham tersebut. Peringkatnya dipangkas dari Beli (*Buy*) langsung menjadi Berkinerja di Bawah Rata-Rata (*Underperform*).
Penurunan Peringkat oleh Analis
BofA Securities memangkas target harga untuk O-I Glass dari $13,00 menjadi $11,00. Dalam catatannya, bank investasi tersebut menyebutkan "meningkatnya ketidakpastian" mengenai kemampuan manajemen untuk mencapai target EBITDA sekitar $1,4 miliar pada tahun 2027.
Langkah BofA ini bukan merupakan kejadian yang terisolasi. Ini mengikuti serangkaian revisi negatif dari analis lain dalam beberapa minggu terakhir, termasuk pemotongan target harga oleh RBC Capital menjadi $11 dari $14 beberapa hari sebelumnya. Penurunan peringkat ini mencerminkan kekhawatiran yang terus-menerus di kalangan analis.
Kondisi Fundamental yang Menekan
Kekhawatiran analis berakar pada kondisi fundamental perusahaan yang dinilai memburuk. Investor semakin skeptis terhadap prospek pemulihan O-I Glass, terutama setelah laporan keuangan kuartal pertama 2026 yang mengecewakan.
Beberapa faktor utama yang menjadi sorotan adalah:
Ad- Neraca keuangan yang tertekan (*strained balance sheet*).
- Utang jangka panjang yang mendekati $4,8 miliar.
- Tingkat utang (*leverage*) yang tinggi.
- Prospek arus kas bebas yang menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan.
Laporan keuangan kuartal pertama 2026 menunjukkan rugi bersih yang membengkak secara signifikan dari tahun ke tahun dan laba per saham (EPS) yang jauh di bawah estimasi pasar.
Sentimen Pasar yang Memburuk
Tekanan terhadap saham O-I Glass diperparah oleh sentimen pasar yang lebih luas. Pasar saham AS secara umum mengalami aksi jual setelah Presiden Trump mengumumkan penerapan kembali blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz. Kebijakan ini mendorong harga minyak naik tajam dan mengguncang perusahaan di sektor industri dan material yang padat energi.
Sebagai perusahaan manufaktur padat modal, O-I Glass sangat sensitif terhadap lonjakan biaya energi. Kombinasi dari penurunan peringkat oleh analis, fundamental yang memburuk, dan sesi perdagangan yang diwarnai penghindaran risiko (*risk-off*) akibat geopolitik mendorong saham O-I Glass lebih rendah, melanjutkan tren kinerja buruk yang telah membuat sahamnya diperdagangkan jauh di bawah level tertinggi 52-minggu di $16,91.