Story
NTSB: Pilot Pesawat Kargo Amazon di Miami Diduga Coba Batalkan Pendaratan Sebelum Kecelakaan

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) pada hari Selasa merilis temuan awal yang mengindikasikan bahwa pilot pesawat kargo Amazon Prime Air mempertimbangkan untuk membatalkan pendaratan sesaat sebelum jatuh di Miami. Kecelakaan tersebut menewaskan lima orang di darat.
Temuan dari Perekam Data
Menurut NTSB, analisis dari perekam data penerbangan (flight data recorder) menunjukkan serangkaian tindakan pilot pada detik-detik terakhir penerbangan. Data tersebut mengungkapkan bahwa beberapa detik setelah roda pendaratan menyentuh landasan, rem dilepaskan dan tuas pendorong (*throttle*) ditingkatkan ke level yang konsisten dengan daya untuk *go-around* (membatalkan pendaratan dan terbang lagi).
NTSB menyoroti beberapa poin penting dari data yang terekam:
- 30 detik sebelum akhir rekaman: Roda pendaratan hidung dan roda pendaratan utama kanan menyentuh landasan.
- 19 detik sebelum akhir rekaman: Roda pendaratan utama kiri menyentuh landasan.
- Beberapa detik kemudian: *Throttle* ditingkatkan secara signifikan.
AdLembaga tersebut menambahkan bahwa tidak ada indikasi dalam data bahwa rem kecepatan (*speed brakes*) atau pembalik daya dorong (*thrust reversers*) diaktifkan, yang merupakan komponen kunci untuk memperlambat pesawat setelah mendarat.
Kronologi dan Dampak Kecelakaan
Pesawat Boeing 767 berusia 32 tahun yang dioperasikan oleh 21 Air untuk Amazon Prime Air, mengalami kecelakaan pada hari Minggu. Pesawat tersebut melampaui landasan pacu sejauh 1.300 kaki (396 m) dan menabrak dua kendaraan di darat.
Insiden ini mengakibatkan lima orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Ketua NTSB, Jennifer Homendy, menyatakan bahwa para penyelidik dijadwalkan akan mewawancarai kedua pilot pada hari Rabu sebagai bagian dari proses investigasi yang sedang berlangsung untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.