Story

Pasar Saham Asia Anjlok Terseret Aksi Jual Teknologi, Analis Sebut Kondisi 'Bloodbath'

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 17, 20262 min read
Pasar Saham Asia Anjlok Terseret Aksi Jual Teknologi, Analis Sebut Kondisi 'Bloodbath'

Summary

Bursa saham di seluruh Asia, terutama Jepang dan Taiwan, mengalami pelemahan tajam pada hari Jumat menyusul aksi jual global di sektor teknologi. Indeks Nikkei 225 Jepang secara resmi memasuki wilayah koreksi, memicu kekhawatiran investor mengenai valuasi saham AI.

Text size
Background

Pasar saham Asia anjlok secara signifikan pada hari Jumat, dengan indeks acuan di Jepang dan Taiwan merosot hingga 6%. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi global yang semakin cepat, mendorong indeks Nikkei 225 Jepang masuk ke wilayah koreksi.

Aksi Jual Meluas di Sektor Teknologi

Menurut data Reuters, indeks Nikkei 225 Jepang telah turun lebih dari 10% sejak penutupan tertingginya pada 25 Juni, sebuah konfirmasi teknis bahwa pasar telah memasuki fase koreksi. Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif yang lebih luas yang melanda saham-saham terkait semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) secara global.

Kei Okamura, seorang manajer portofolio di Neuberger Berman, Tokyo, menggambarkan situasi ini sebagai "pertumpahan darah" (*bloodbath*) karena tekanan jual terjadi secara merata di seluruh papan. Ia menambahkan bahwa komentar yang cenderung *hawkish* dari pejabat The Fed kemungkinan menjadi pemicu awal yang menyebabkan investor mulai mengurangi risiko.

Kombinasi Ambil Untung dan Kekhawatiran Gelembung AI

Para analis mengidentifikasi beberapa faktor utama di balik aksi jual tajam ini. Banyak yang melihatnya sebagai kombinasi dari aksi ambil untung setelah reli saham AI yang kuat, ditambah dengan keraguan yang kembali muncul mengenai adanya gelembung investasi di sektor tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Aksi Ambil Untung: Gary Tan dari Allspring Global Investments mencatat bahwa arus dana menunjukkan investor merealisasikan keuntungan pada saham-saham pemenang reli AI, bukan sebuah rotasi besar ke sektor lain.
  • Kekhawatiran Gelembung: Johan Javeus, ekonom senior di SEB, menyatakan bahwa kinerja IPO SpaceX yang buruk membuat banyak investor menjadi lebih gugup tentang valuasi di sektor teknologi.
  • Posisi Leverage: Fabien Yip, analis pasar di IG, menyoroti peran investor ritel yang menggunakan pinjaman untuk berpartisipasi dalam reli AI. Menurutnya, pelepasan posisi *leverage* ini memperburuk penurunan pasar.

Prospek Pasar: Koreksi Teknis atau Fundamental?

Di tengah aksi jual, para analis terbagi pandangannya mengenai apakah ini merupakan koreksi teknis jangka pendek atau sinyal perubahan fundamental yang lebih dalam. Sebagian berpendapat bahwa fundamental bisnis perusahaan AI dan semikonduktor belum berubah. Shoichi Arisawa dari Iwai Cosmo Securities meyakini bahwa lingkungan bisnis dan prospek permintaan semikonduktor masih tetap sama.

Namun, investor kini lebih fokus pada keberlanjutan pertumbuhan. Naoki Fujiwara dari Shinkin Asset Management mengatakan bahwa pasar akan mencermati laporan kinerja dari pengguna chip memori seperti Alphabet minggu depan. "Jika prospek mereka kuat, pasar saham mungkin akan pulih," katanya. Sebaliknya, Zhiwei Zhang dari Pinpoint Asset Management memandang koreksi ini lebih bersifat teknis, didorong oleh penyesuaian posisi investor yang sudah terlalu padat di saham teknologi.

Back to latest news

LATEST