Story

Saham Mercedes-Benz Menguat Setelah Konfirmasi Ulang Proyeksi Laba

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20261 min read
Saham Mercedes-Benz Menguat Setelah Konfirmasi Ulang Proyeksi Laba

Summary

Saham produsen mobil Jerman ini naik signifikan setelah mempertahankan panduan return on sales, meredakan kekhawatiran investor pasca peringatan laba dari rivalnya, BMW.

Text size
Background

Saham Mercedes-Benz Group (MBG) menguat 2,8% pada perdagangan hari Selasa setelah produsen mobil mewah tersebut mengonfirmasi kembali proyeksi keuangannya. Langkah ini meredakan kekhawatiran pasar dan kontras dengan peringatan laba yang baru-baru ini dikeluarkan oleh para pesaingnya di sektor otomotif.

Panduan Laba Dipertahankan

Dalam sebuah panggilan pra-penutupan, Mercedes-Benz menyatakan tetap mempertahankan panduan *return on sales* (marjin laba atas penjualan) untuk divisi Mobil Mercedes-Benz di level 3%-5% untuk tahun fiskal 2026. Perusahaan mengharapkan kinerja kuartal kedua akan berada "dalam rentang tersebut", menyusul realisasi sebesar 4,1% pada kuartal pertama.

Konfirmasi ini disambut positif oleh investor yang sebelumnya mengantisipasi potensi peringatan laba. Kekhawatiran ini muncul setelah rivalnya, BMW, baru-baru ini memangkas titik tengah panduan *return on sales* otomotifnya sebesar 60%.

Posisi Mercedes-Benz Lebih Kuat

Menurut analis dari Citi, Mercedes-Benz terlindungi oleh beberapa faktor yang membuatnya lebih tangguh dibandingkan para pesaingnya. Faktor-faktor tersebut antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Eksposur Tiongkok yang Lebih Rendah: Paparan perusahaan terhadap pasar Tiongkok berada di level 50%, lebih rendah dibandingkan beberapa rival yang terkonsolidasi hingga 100%.
  • Ekspektasi Konservatif: Kinerja Mercedes-Benz di Tiongkok sudah menunjukkan perlambatan pada paruh kedua 2025 dan kuartal pertama 2026. Selain itu, perusahaan telah menetapkan panduan yang lebih konservatif untuk pasar Tiongkok pada tahun fiskal 2026.

Tantangan Masih Membayangi

Meskipun demikian, tantangan tetap ada bagi produsen mobil asal Jerman ini. Analis Citi mencatat bahwa kinerja di Tiongkok terus lebih buruk dari yang diharapkan, dan volume penjualan global tidak dapat mengimbangi pelemahan tersebut. Selain itu, tekanan harga di pasar global juga semakin meningkat.

"Laba MBG tetap berada di bawah tekanan—sampai pengurangan biaya mulai memberikan dukungan yang lebih kuat," tulis analis Citi dalam catatannya. Proyeksi yang dipertahankan ini muncul di tengah tekanan yang dihadapi sektor otomotif akibat lemahnya permintaan dari Tiongkok dan tekanan harga di berbagai pasar.

Back to latest news

LATEST