Story
Pasien Obesitas di AS Ternyata Lebih Pilih Obat Suntik, Abaikan Ekspektasi Pasar

Banyak pasien di Amerika Serikat yang mengikuti program percontohan asuransi kesehatan Medicare ternyata lebih memilih obat obesitas GLP-1 dalam bentuk suntikan, sebuah tren yang bertentangan dengan ekspektasi beberapa analis industri farmasi. Data awal dari dokter dan analis menunjukkan bahwa efikasi yang lebih tinggi menjadi faktor pendorong utama di balik pilihan ini.
Preferensi Pasien Mengejutkan Analis
Program uji coba selama 18 bulan yang diluncurkan oleh Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS) AS untuk pertama kalinya memberikan akses ke obat-obatan seperti Wegovy dari Novo Nordisk dan Zepbound dari Eli Lilly dengan biaya bulanan $50. Meskipun banyak ahli memperkirakan pasien akan lebih menyukai pil karena lebih praktis, kenyataannya berbeda.
Menurut laporan Reuters, delapan dari sepuluh dokter yang diwawancarai dan tiga analis sektor farmasi mengamati bahwa mayoritas pasien memilih bentuk suntikan. "Jelas sekali—pasien-pasien ini meminta suntikan karena mereka tahu itu berhasil dan sebelumnya sangat mahal," kata Dr. Sarah Ro, direktur program manajemen berat badan di University of North Carolina Health.
Temuan ini kontras dengan riset Novo Nordisk sebelumnya yang mengindikasikan bahwa penerima manfaat Medicare lebih menyukai pil oral dibandingkan suntikan dengan perbandingan dua banding satu.
Efikasi Jadi Faktor Penentu
Alasan utama di balik preferensi ini adalah perbedaan signifikan dalam data penurunan berat badan. Pasien tampaknya lebih memprioritaskan hasil maksimal daripada kemudahan penggunaan setelah mengetahui perbandingan efektivitasnya.
AdBerikut adalah perbandingan data penurunan berat badan dari uji klinis masing-masing obat:
- Zepbound (suntik): Penurunan berat badan lebih dari 22% setelah 72 minggu.
- Wegovy (suntik): Penurunan berat badan sebesar 15% setelah 68 minggu.
- Wegovy (oral): Penurunan berat badan sekitar 14% selama 64 minggu.
- Foundayo (oral): Penurunan berat badan sekitar 11% selama 72 minggu.
"Setahun yang lalu jika Anda bertanya kepada saya, saya akan mengira orang-orang akan berebut pil," kata Trung Huynh, seorang analis di RBC Capital Markets. "Tetapi ternyata bagi kebanyakan orang, semuanya adalah tentang efikasi."
Dampak dan Tantangan Implementasi
Program Medicare ini membuka akses bagi jutaan warga AS berusia 65 tahun ke atas yang sebelumnya tidak mampu membeli obat-obatan ini. Pihak Eli Lilly dan Novo Nordisk menyambut baik program ini dan mencatat minat yang kuat dari pasien.
Namun, implementasinya tidak sepenuhnya mulus. Beberapa dokter, seperti Dr. Amanda Velazquez dari Cedars-Sinai, menyebut prosesnya "rumit" dan membutuhkan banyak waktu staf untuk melewati birokrasi. Sebagian pasien juga melaporkan masih menunggu persetujuan. Meskipun demikian, banyak klinik yang melaporkan keberhasilan, dengan satu klinik di Atlanta mendapatkan persetujuan untuk sekitar 200 pasien dalam minggu pertama.