Story

Saham Lululemon Anjlok Setelah Proyeksi Pendapatan Dipangkas Tajam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 4, 20262 min read
Saham Lululemon Anjlok Setelah Proyeksi Pendapatan Dipangkas Tajam
Text size
Background

Saham Lululemon Athletica (LULU) anjlok lebih dari 17% setelah perusahaan merilis laporan kuartal kedua yang mengecewakan dan memangkas tajam proyeksi keuangannya. Kinerja yang lemah ini, terutama di Amerika Utara, menandakan tantangan yang lebih dalam dari sekadar perlambatan ekonomi, mendorong investor untuk mengatur ulang ekspektasi mereka terhadap produsen pakaian atletik ini.

Di Balik Laba yang Melampaui Ekspektasi

Sekilas, laporan laba per saham (EPS) Lululemon sebesar $2,92 untuk kuartal kedua tampak mengesankan. Namun, angka ini sebagian besar ditopang oleh keuntungan satu kali dari pengembalian dana tarif sebesar $0,86 per saham, yang menutupi kinerja operasional yang sebenarnya melemah.

Fakta yang lebih penting bagi investor adalah data fundamental yang meleset dari target. Pendapatan turun 4% secara tahunan menjadi $2,42 miliar, di bawah konsensus analis sebesar $2,46 miliar. Penjualan toko sebanding (comparable sales) global juga anjlok sekitar 10%, didorong oleh pelemahan permintaan dan trafik di pasar utama Amerika Utara.

Proyeksi Dipangkas dan Tantangan Produk

Manajemen mengakui bahwa kelemahan tersebut bukan hanya disebabkan oleh faktor makroekonomi, tetapi juga oleh masalah internal terkait eksekusi produk dan sentimen negatif di media sosial. Penjualan pada kategori inti, yaitu legging wanita, dilaporkan turun sekitar 20% pada kuartal kedua, menunjukkan adanya masalah spesifik pada produk.

Sebagai respons, Lululemon memangkas drastis proyeksi setahun penuh untuk tahun fiskal 2026:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Proyeksi Pendapatan: Diturunkan menjadi antara $10,35 miliar hingga $10,50 miliar, yang menyiratkan penurunan 5% hingga 7%.
  • Proyeksi Laba per Saham: Dipotong menjadi $9,48 hingga $9,73, dari sebelumnya $10,95 hingga $11,15.

Proyeksi untuk kuartal ketiga bahkan lebih suram, dengan ekspektasi pendapatan akan turun 10% hingga 11% dan margin kotor diperkirakan turun sekitar 250 basis poin secara tahunan.

Harapan pada CEO Baru dan Katalis ke Depan

Pasar kini menantikan langkah dari CEO baru, Heidi O'Neill, yang akan mulai menjabat pada minggu 7 September 2026. Investor berharap kepemimpinan baru akan membawa perubahan strategi dalam hal produk, pemasaran, dan alokasi modal, meskipun pemulihan laba diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Beberapa katalis utama yang akan diawasi oleh investor dalam beberapa bulan mendatang meliputi:

  • Stabilisasi penjualan di Amerika Utara.
  • Daya tarik lini produk baru, terutama untuk memulihkan kategori pakaian wanita.
  • Tanda-tanda pemulihan di pasar Tiongkok, yang pertumbuhannya juga melambat.
  • Laporan kinerja kuartal ketiga yang dijadwalkan pada awal Desember 2026.
Back to latest news

LATEST