Story
Laba J&J Lampaui Estimasi Berkat Kinerja Solid Divisi Obat-obatan

Summary
Johnson & Johnson melaporkan pendapatan dan laba kuartal kedua yang melampaui perkiraan Wall Street, didorong oleh penjualan obat kanker Darzalex dan obat imunosupresan Tremfya yang kuat. Perusahaan juga menaikkan proyeksi setahun penuh.
Johnson & Johnson (J&J) melaporkan pendapatan dan laba kuartal kedua yang melampaui estimasi analis, didorong oleh kinerja kuat dari unit obat-obatannya. Hasil positif ini mendorong raksasa kesehatan tersebut untuk menaikkan proyeksi penjualan dan laba setahun penuh.
Kinerja Keuangan Melampaui Ekspektasi
Menurut data LSEG yang dirilis pada hari Rabu, J&J mencatatkan kinerja keuangan yang solid untuk kuartal kedua. Angka-angka utama yang dilaporkan meliputi:
- Pendapatan: $25,31 miliar, naik 6,6% dari tahun sebelumnya dan melampaui estimasi rata-rata analis sebesar $25,05 miliar.
- Laba per Saham yang Disesuaikan (Adjusted EPS): $2,90, naik 4,7% dari periode yang sama tahun lalu dan di atas ekspektasi $2,85.
Kinerja yang kuat ini menunjukkan resiliensi perusahaan di tengah tantangan pasar, termasuk erosi dari produk-produk lama.
Divisi Farmasi Jadi Penopang Utama
Unit farmasi atau obat-obatan menjadi pendorong utama pertumbuhan J&J, dengan total penjualan mencapai $16,38 miliar pada kuartal tersebut, mengalahkan estimasi analis sebesar $16,1 miliar. Pertumbuhan ini terutama disokong oleh dua produk andalan.
AdPenjualan Tremfya, obat untuk psoriasis dan penyakit radang usus, meroket 72,5% menjadi $2 miliar, jauh di atas perkiraan LSEG sebesar $1,74 miliar. Kinerja Tremfya menjadi semakin krusial bagi J&J untuk mengimbangi penurunan pendapatan dari Stelara, yang menghadapi persaingan setelah kehilangan perlindungan paten. Sementara itu, penjualan obat kanker darah Darzalex mencapai $4,2 miliar, sejalan dengan estimasi analis.
Tantangan di Unit Med-Tech dan Prospek ke Depan
Berbeda dengan divisi farmasi, unit teknologi medis (med-tech) mencatatkan penjualan sebesar $8,93 miliar, sedikit di bawah estimasi analis. Penjualan dari Abiomed, yang diakuisisi pada 2022, turun 2% secara tahunan, sebuah perlambatan signifikan dari pertumbuhan 14% pada kuartal pertama.
CFO Joseph Wolk menyatakan bahwa penurunan penjualan pompa jantung Abiomed dipengaruhi oleh publikasi sebuah studi di Inggris yang menimbulkan pertanyaan tentang penggunaannya. Namun, Wolk optimistis bahwa waralaba ini akan kembali bertumbuh, terutama dengan rilis data baru yang diharapkan pada paruh pertama tahun depan. "Kami tidak bergantung pada satu aset," katanya, merujuk pada portofolio J&J yang memiliki 28 platform dengan pendapatan tahunan minimal $1 miliar.
Seiring dengan hasil kuartalan yang kuat, J&J menaikkan proyeksi setahun penuhnya. Perusahaan kini menargetkan penjualan sekitar $101,1 miliar dan laba per saham yang disesuaikan sebesar $11,68 pada titik tengah proyeksi, naik dari perkiraan sebelumnya.