Story

Indonesia Memperketat Aturan Manipulasi Saham Setelah Peringatan MSCI Memicu Aksi Jual Saham

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Oct 26, 20262 min read
Indonesia Memperketat Aturan Manipulasi Saham Setelah Peringatan MSCI Memicu Aksi Jual Saham
Text size
Background

Otoritas keuangan Indonesia telah mengumumkan langkah-langkah baru untuk memerangi manipulasi pasar saham, termasuk menambahkan anggota independen ke komite pengawasan dan meluncurkan investigasi yang lebih proaktif. Langkah ini menyusul peringatan penurunan peringkat yang parah dari penyedia indeks MSCI yang memicu aksi jual pasar saham terbesar awal bulan ini karena kekhawatiran tentang praktik perdagangan yang tidak transparan.

Regulator Memperkuat Pengawasan Pasar

Bursa Efek Indonesia (IDX) akan memperluas komite yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi saham dengan konsentrasi pemegang saham tinggi untuk memasukkan pihak independen, demikian diumumkan oleh kepala IDX Jeffrey Hendrik pada hari Senin. Komite tersebut, yang sebelumnya hanya terdiri dari pejabat pasar modal, kini akan mencakup akademisi dan F. Chapman Taylor, mantan mitra di Capital Group dan penasihat dana kekayaan negara Indonesia, sebagai perwakilan investor asing.

Mulai November, IDX juga akan memperoleh wewenang untuk secara proaktif meluncurkan investigasi dan membekukan rekening investor yang mencurigakan setelah mendeteksi potensi perdagangan terkoordinasi. Ini menandai perubahan dari kebijakan sebelumnya yang mengeluarkan peringatan publik tentang aktivitas pasar yang tidak biasa dan meminta penjelasan dari perusahaan.

“Kami mendorong IDX untuk memperkuat mekanisme dan metodologi pengawasan perdagangan, termasuk kapasitasnya untuk mengidentifikasi pola transaksi tidak teratur, mendeteksi perdagangan terkoordinasi, dan memperkuat mekanisme untuk menanggapi peristiwa tersebut,” kata Hasan Fawzi, pengawas pasar modal regulator keuangan.

Gejolak Pasar Memicu Tindakan

Reformasi tersebut dipicu oleh pengumuman dari MSCI pada awal Oktober bahwa mereka dapat menurunkan klasifikasi Indonesia dari pasar "berkembang" saat ini menjadi status pasar "mandiri". Peringatan tersebut, yang menyebutkan kurangnya kemajuan dalam mengatasi perdagangan terkoordinasi, lebih serius daripada peringatan Januari tentang potensi penurunan status menjadi "negara perbatasan".

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pengumuman MSCI memicu penurunan harga saham terdalam dalam sejarah Indonesia selama dua hari pada tanggal 16 dan 19 Oktober, yang membuat indeks utama mencapai titik terendah sejak tahun 2020. Pasar telah pulih sejak saat itu, meskipun rupiah melemah ke titik terendah sejak Juli pada hari Senin.

Reformasi dan Konteks yang Lebih Luas

Selain kewenangan pengawasan dan investigasi baru, regulator menguraikan tindakan penting lainnya:

  • Saham dengan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi akan dikeluarkan dari indeks utama Jakarta mulai 2 November.
  • Kebijakan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan pembelian kembali saham tanpa rapat umum pemegang saham telah diperpanjang hingga Juni 2027.

Otoritas Indonesia telah berkomunikasi dengan MSCI dan penyedia indeks lainnya seperti FTSE Russell untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap reformasi, kata Fawzi. Tanggapan dari para pejabat bervariasi, dengan Presiden Prabowo Subianto mengatakan kepada kabinetnya pekan lalu bahwa MSCI mencoba untuk "mengintimidasi" negara.

Back to latest news

LATEST