Story
Siapa Kelompok Houthi Yaman dan Apa Dampaknya bagi Perdagangan Global?

Gerakan Houthi di Yaman dilaporkan menembakkan rudal ke Arab Saudi setelah menuduh kerajaan tersebut mengebom bandara yang berada di bawah kendali mereka. Serangan ini, menurut laporan Reuters, mengakhiri gencatan senjata selama empat tahun dan memicu kekhawatiran baru akan eskalasi konflik yang dapat mengancam Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik sumbat pelayaran terpenting di dunia.
Siapakah Kelompok Houthi?
Houthi adalah gerakan militer, politik, dan keagamaan yang berbasis di Yaman utara dan menganut aliran Syiah Zaydi. Dipimpin secara turun-temurun oleh keluarga al-Houthi, kelompok ini berawal dari gerakan kebangkitan keagamaan pada akhir 1990-an untuk sekte Zaydi, yang pernah memerintah Yaman namun kemudian terpinggirkan.
Setelah serangkaian perang gerilya melawan pemerintah Yaman, kekuatan mereka meluas secara signifikan pasca-protes "Musim Semi Arab" pada tahun 2011. Memanfaatkan instabilitas politik, Houthi berhasil merebut ibu kota Yaman, Sanaa, pada tahun 2014. Hal ini memicu intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi pada tahun 2015 untuk mencoba mengusir mereka, yang kemudian menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Eskalasi di Laut Merah dan Dampak Ekonomi
Setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, Houthi mulai menargetkan kapal-kapal komersial internasional di Laut Merah. Mereka menyatakan tindakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Serangan ini secara signifikan mengganggu perdagangan global, karena Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur vital yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.
Akibat serangan tersebut, banyak perusahaan pelayaran internasional terpaksa mengalihkan rute kapal mereka untuk mengitari Afrika. Pengalihan ini mengakibatkan:
Ad- Peningkatan waktu tempuh perjalanan secara signifikan.
- Lonjakan biaya pengiriman dan asuransi.
- Gangguan pada rantai pasok global.
Kemampuan rudal dan drone Houthi yang terbukti efektif telah menunjukkan kapasitas mereka untuk mengganggu infrastruktur vital, tidak hanya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, tetapi juga jalur pelayaran global.
Keterkaitan dengan Iran
Houthi dianggap sebagai bagian dari "Poros Perlawanan" regional yang didukung Iran. Koalisi pimpinan Arab Saudi dan Amerika Serikat menuduh Iran mempersenjatai, mendanai, dan melatih Houthi, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Teheran maupun kelompok Houthi sendiri.
Kelompok Houthi menyatakan bahwa mereka mengembangkan senjata mereka secara mandiri dan menolak status sebagai proksi Iran. Namun, para ahli menilai bahwa meskipun Houthi memiliki agenda domestik yang kuat, mereka berbagi kedekatan politik dan ideologis dengan Iran dan Hezbollah Lebanon.