Story

Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Tiga Minggu di Tengah Penguatan Dolar dan Ekspektasi Suku Bunga

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 2, 20262 min read
Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Tiga Minggu di Tengah Penguatan Dolar dan Ekspektasi Suku Bunga

Summary

Harga emas merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu, tertekan oleh penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang meningkat seiring spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Text size
Background

Harga emas melanjutkan penurunannya pada hari Rabu, diperdagangkan di dekat level terendah dalam lebih dari tiga minggu. Tekanan utama datang dari dolar AS yang menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang terus menanjak, yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Emas telah melemah selama empat hari perdagangan berturut-turut, turun dari level puncaknya pekan lalu. Pelemahan ini mencerminkan sentimen investor yang berhati-hati terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil di tengah prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Menekan Emas

Faktor utama yang membebani emas adalah kombinasi dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi. Menurut data, kontrak emas berjangka tercatat turun 0,5%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,1% ke level 99,73.

Dolar yang lebih kuat membuat emas, yang dihargakan dalam dolar, menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah meningkatkan *opportunity cost* atau biaya peluang untuk memegang emas, karena emas batangan tidak menawarkan imbal hasil.

Kekhawatiran Inflasi dan Sinyal Hawkish The Fed

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kekhawatiran inflasi kembali mencuat setelah ketegangan antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga minyak. Kenaikan biaya energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga.

Pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15-16 September mendekati 70%. Ekspektasi ini didukung oleh sinyal *hawkish* dari Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole dan pernyataan Gubernur The Fed Michael Barr baru-baru ini. Barr menyatakan bahwa para pembuat kebijakan harus siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi gagal mereda.

Konteks Pasar Global

Aksi jual di pasar obligasi global telah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun naik di atas 5,28%. Kenaikan ini menghapus dampak awal dari program pembelian kembali obligasi yang diumumkan oleh Departemen Keuangan AS bulan lalu.

Menurut analisis dari ANZ, intervensi likuiditas tersebut pada awalnya mendorong investor menambah eksposur ke emas. Namun, momentum itu kini telah memudar seiring pembalikan arah pada imbal hasil dan dolar. Dari sisi teknis, posisi emas semakin tertekan setelah harganya menembus ke bawah rata-rata pergerakan 200 hari (*200-day moving average*), sebuah indikator kunci untuk momentum jangka panjang.

Back to latest news

LATEST