Story
Harga Emas Naik di Tengah Tensi Timur Tengah, Pasar Nantikan Data Non-Farm Payrolls AS

Summary
Harga emas menguat karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz mengimbangi penguatan dolar, sementara investor menantikan rilis data pekerjaan AS yang krusial untuk arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Harga emas melanjutkan kenaikannya pada hari Jumat, didukung oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong permintaan aset *safe-haven*. Namun, penguatan ini dibatasi oleh dolar AS yang stabil dan kehati-hatian investor menjelang rilis data pekerjaan non-pertanian (*Non-Farm Payrolls*) Amerika Serikat.
Menurut data Investing.com, pada pukul 01:04 ET (12:04 WIB), harga emas spot (XAU/USD) naik 0,6% menjadi $4.264,22 per ons. Emas berjangka juga menguat 0,6% ke level $4.323,07 per ons.
Tensi Geopolitik Topang Harga Emas
Faktor utama yang menopang harga emas adalah eskalasi situasi di Selat Hormuz. Media Iran melaporkan bahwa Teheran telah melancarkan serangan terhadap "target musuh" dan berencana melarang kapal-kapal AS dan Israel melewati jalur perairan strategis tersebut.
Selain itu, kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan besar terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut, sehingga mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
Fokus Beralih ke Data NFP dan Kebijakan The Fed
AdDi sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Dolar AS yang cenderung stabil di dekat level 100 pada indeks dolar memberikan tekanan terbatas pada emas. Investor kini menantikan rilis data *Non-Farm Payrolls* AS untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai langkah The Fed selanjutnya.
Pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September sekitar 60%. Ekspektasi ini diperkuat oleh laporan Financial Times yang menyebutkan Ketua The Fed Kevin Warsh siap menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Pejabat The Fed lainnya, Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem, juga menyatakan bahwa bank sentral tidak bisa tinggal diam menghadapi inflasi yang terus-menerus tinggi.
Prospek Pasar dan Faktor Pendukung Lainnya
Analis pasar mencatat bahwa permintaan investasi dari Tiongkok terus memberikan dukungan bagi harga emas. Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas di Tiongkok telah mencatat arus masuk selama 14 hari berturut-turut, membantu menstabilkan harga di tengah tantangan makroekonomi.
Tony Sycamore, analis pasar senior di IG Group, menyatakan bahwa pergerakan harga terbaru menunjukkan emas kemungkinan telah membentuk dasar di sekitar level terendah Juni di $3.942. Jika harga dapat bertahan di atas level dukungan tersebut, target selanjutnya adalah rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar $4.489. Menurutnya, data NFP yang akan dirilis pada hari Jumat akan menjadi penentu krusial apakah kenaikan saat ini dapat berlanjut atau akan kehilangan momentum.