Story
Harga Emas Melemah Akibat Ketegangan Iran Picu Kekhawatiran Inflasi

Summary
Harga emas turun karena serangan balasan AS-Iran mendorong kenaikan harga minyak, memicu kekhawatiran inflasi yang dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi. Investor kini menantikan rilis data inflasi konsumen AS.
Harga emas turun pada hari Senin setelah serangan balasan antara Amerika Serikat dan Iran selama akhir pekan mendorong kenaikan harga minyak, yang menghidupkan kembali kekhawatiran akan guncangan inflasi baru. Prospek ini dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat, sehingga menekan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Menurut data dari Investing.com pada pukul 21:00 ET (01:00 GMT), harga emas di pasar spot (XAU/USD) turun 1,19%, sementara Emas Berjangka AS melemah 0,81%. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari pekan lalu, di mana logam mulia tersebut telah merosot sebesar 1,3%.
Eskalasi Geopolitik Dongkrak Harga Minyak
Konflik di Timur Tengah meningkat setelah AS melancarkan serangan baru terhadap target-target Iran. Eskalasi ini terjadi setelah sebuah kapal kargo berbendera Siprus diserang di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima dari pasokan minyak global.
Akibatnya, harga minyak mentah melonjak sekitar 3% karena pasar mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan. Kenaikan harga energi yang berkelanjutan menghidupkan kembali kekhawatiran akan lonjakan inflasi, yang pada gilirannya memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Implikasi bagi Kebijakan The Fed
AdLingkungan suku bunga yang tinggi cenderung membebani emas. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan, yang tidak menawarkan imbal hasil, dan secara historis memperkuat dolar AS, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Sentimen ini sejalan dengan risalah pertemuan The Fed pada bulan Juni yang dirilis pekan lalu. Risalah tersebut menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan melihat adanya alasan untuk menaikkan suku bunga dan secara umum menyuarakan keprihatinan yang lebih besar terhadap tekanan inflasi.
Data Inflasi Menjadi Fokus Berikutnya
Investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada hari Selasa dan testimoni dari pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga. Menurut Tony Sycamore, seorang analis pasar di IG, emas tetap sangat sensitif terhadap data inflasi AS dan perkembangan geopolitik.
Sycamore memperingatkan bahwa laporan IHK yang lebih panas dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lainnya sebelum akhir tahun dan mendorong dolar, sehingga menambah tekanan pada emas. Sebaliknya, angka inflasi yang lebih rendah dapat membantu harga emas stabil setelah mengalami kerugian baru-baru ini.