Story

Imbal Hasil Obligasi Eropa Bertahan Tinggi Akibat Kekhawatiran Inflasi dari Penutupan Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
Imbal Hasil Obligasi Eropa Bertahan Tinggi Akibat Kekhawatiran Inflasi dari Penutupan Selat Hormuz

Summary

Imbal hasil obligasi pemerintah Zona Euro bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa minggu, karena lonjakan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu kembali kekhawatiran inflasi di kalangan investor.

Text size
Background

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Zona Euro naik pada hari Senin, bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Investor menimbang antara daya tarik obligasi sebagai aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ancaman inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah.

Lonjakan Harga Minyak Memicu Tekanan Inflasi

Pasar pendapatan tetap merespons perkembangan signifikan selama akhir pekan setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur transit minyak terpenting di dunia. Langkah ini secara langsung mendorong harga minyak mentah Brent melonjak 4,4%, yang dengan cepat menempatkan ekspektasi inflasi kembali menjadi fokus utama pasar.

Akibatnya, imbal hasil Bund Jerman 10-tahun, yang menjadi acuan untuk blok mata uang tunggal, berada di level 3,05%. Sementara itu, imbal hasil Bund 2-tahun yang sensitif terhadap suku bunga juga naik ke level 2,68%. Kedua angka tersebut berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari sebulan, mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa krisis energi yang berkepanjangan akan membuat inflasi tetap tinggi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi bagi Kebijakan ECB

Kenaikan imbal hasil ini mengikuti aksi jual tajam pada aset pendapatan tetap minggu lalu, yang merupakan salah satu yang terburuk dalam sebulan terakhir. Pasar uang kini semakin berspekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin terpaksa menghentikan siklus pemangkasan suku bunganya untuk melawan guncangan harga energi yang bersifat struktural.

Para pelaku pasar saat ini menantikan pidato dari anggota Dewan Eksekutif ECB, Isabel Schnabel, yang dijadwalkan pada hari ini. Mengingat reputasinya sebagai salah satu pejabat ECB yang paling *hawkish*, setiap peringatan yang ia keluarkan mengenai risiko kenaikan inflasi akibat krisis di Teluk dapat memicu pergerakan signifikan berikutnya di pasar obligasi Eropa.

Back to latest news

LATEST