Story

Harga Gas Eropa Turun, Namun Catat Kenaikan Mingguan Kelima di Tengah Risiko Timur Tengah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20262 min read
Harga Gas Eropa Turun, Namun Catat Kenaikan Mingguan Kelima di Tengah Risiko Timur Tengah

Summary

Harga gas grosir Eropa melemah pada hari Jumat karena aksi ambil untung, namun tetap mencatatkan kenaikan mingguan kelima berturut-turut seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mengancam keamanan pasokan global.

Text size
Background

Harga gas grosir di Eropa dan Inggris Raya melemah pada hari Jumat, menghentikan reli kenaikan beberapa hari terakhir seiring pelaku pasar merealisasikan keuntungan. Meskipun demikian, harga gas tetap membukukan kenaikan mingguan kelima berturut-turut karena eskalasi konflik militer di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan global menjelang musim dingin.

Kinerja Harga dan Tren Mingguan

Kontrak acuan gas bulan depan Belanda (TTF) turun 2,5% menjadi sekitar 77,60 euro per megawatt-hour (MWh). Pelemahan ini terjadi setelah kenaikan selama lima hari yang mendorong harga ke level 79,64 euro—tertinggi sejak 2023—di sesi sebelumnya. Namun, untuk sepekan, kontrak acuan ini menguat 12,1%.

Di Inggris Raya, kontrak gas grosir NBP yang setara turun 1,5% menjadi 195,00 pence per therm setelah menyentuh level puncak multi-tahun di dekat 198p. Kontrak acuan Inggris ini mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 12,6%, yang juga menandai pekan kelima kenaikan berturut-turut.

Premi Risiko Geopolitik Mendorong Pasar

Di balik pelemahan sesaat akibat aksi ambil untung, kurva harga gas grosir tetap ditopang oleh premi risiko geopolitik yang signifikan. Hal ini didorong oleh meluasnya operasi militer di koridor maritim utama Timur Tengah.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Selat Hormuz: Keterlibatan militer antara pasukan AS dan Iran telah sangat membatasi lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar 20% dari aliran gas alam cair (LNG) global, terutama yang berasal dari Qatar.
  • Perluasan Konflik: Krisis keamanan semakin dalam setelah serangan AS terhadap tanker minyak Iran dan serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Yordania. Selain itu, militan Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut pelabuhan Mocha di Yaman, memperluas risiko maritim ke Laut Merah.

Ancaman gangguan pengiriman yang berkepanjangan di Teluk Persia telah memaksa perusahaan utilitas Eropa untuk bersaing secara agresif dengan importir Asia untuk mendapatkan kargo pengganti dari cekungan Atlantik.

Stok Rendah dan Dampak Ekonomi

Kekhawatiran pasokan diperburuk oleh tingkat penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dari biasanya. Data dari Gas Infrastructure Europe menunjukkan fasilitas penyimpanan bawah tanah terisi sekitar 67% dari kapasitas, di bawah rata-rata musiman lima tahun.

Pengisian kembali stok selama Agustus dan awal September terhambat oleh gelombang panas yang intens, pemeliharaan pipa Norwegia yang sedang berlangsung, dan kurva berjangka yang *backwardated*, yang membuat injeksi penyimpanan jangka pendek tidak menguntungkan. Lonjakan harga gas yang berkelanjutan menjadi salah satu katalis utama bagi keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis, yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,50% dengan alasan risiko inflasi akibat kenaikan biaya input energi.

Back to latest news

LATEST