Story

Saham Ericsson Anjlok Setelah Rilis Laporan Keuangan Kuartal II yang Lemah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20262 min read
Saham Ericsson Anjlok Setelah Rilis Laporan Keuangan Kuartal II yang Lemah

Summary

Saham Ericsson anjlok tajam setelah perusahaan melaporkan pendapatan dan arus kas bebas kuartal kedua yang jauh di bawah ekspektasi, serta mengeluarkan peringatan mengenai tekanan margin di masa depan.

Text size
Background

Saham Ericsson (ERICb) anjlok 9,0% menjadi €9,26 dalam perdagangan hari ini setelah raksasa telekomunikasi Swedia tersebut melaporkan hasil kuartal kedua 2026 yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan yang dirilis sebelum pasar dibuka ini memicu aksi jual investor yang telah mengkhawatirkan perlambatan kinerja perusahaan.

Kinerja Keuangan Mengecewakan

Menurut laporan tersebut, total pendapatan Ericsson turun sekitar 6% secara tahunan (year-over-year) menjadi SEK 52,7 miliar dari SEK 56,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan ini terutama didorong oleh segmen bisnis terbesarnya, Networks, yang pendapatannya turun 8% menjadi SEK 33,0 miliar.

Angka yang paling mengkhawatirkan investor adalah arus kas bebas sebelum merger dan akuisisi (M&A), yang anjlok drastis menjadi hanya SEK 0,4 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan tajam dari SEK 2,6 miliar yang tercatat pada kuartal kedua 2025, menandakan tekanan signifikan pada likuiditas operasional perusahaan.

Peringatan Margin dan Sentimen Investor

CEO Börje Ekholm mengakui bahwa inflasi biaya komponen telah menjadi tantangan yang berarti. Ia juga memperingatkan bahwa perusahaan mengantisipasi "tekanan pada margin laba kotor yang disesuaikan di segmen Networks pada Kuartal III karena volume proyek peluncuran jaringan yang lebih tinggi."

Sample IUX Markets – In-articleAd

Laporan ini memperburuk sentimen investor yang sudah rapuh. Sebelum rilis hari ini, konsensus analis untuk Ericsson berada di dekat level "Tahan/Jual" (Hold/Sell). Selain itu, kinerja kuartal pertama 2026 juga sangat meleset dari ekspektasi, menambah kekhawatiran investor tentang kemampuan perusahaan untuk pulih.

Tekanan Kompetitif dan Pasar

Kondisi Ericsson kontras dengan pesaing utamanya, Nokia, yang baru-baru ini mendapatkan beberapa peningkatan peringkat dari analis, termasuk peringkat "Beli" (Buy) dari J.P. Morgan. Hal ini mempertajam perbandingan antara kedua perusahaan dan menambah tekanan relatif pada saham Ericsson.

Kondisi pasar yang lebih luas juga tidak mendukung. Saham-saham teknologi di AS berada di bawah tekanan, dengan indeks NASDAQ turun 1,6%, dan bursa saham Eropa juga cenderung lebih rendah dalam sesi perdagangan yang diwarnai penghindaran risiko (*risk-off*). Kombinasi dari kinerja yang meleset, peringatan ke depan, dan sentimen pasar yang negatif mendorong salah satu penurunan harian paling tajam bagi Ericsson dalam beberapa bulan terakhir.

Back to latest news

LATEST