Story
Harga Minyak Meroket, Brent Mendekati $100 di Tengah Eskalasi Tensi AS-Iran

Summary
Harga minyak mentah melonjak mendekati level psikologis $100 per barel setelah meningkatnya permusuhan militer antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan yang lebih dalam dari Teluk.
Harga minyak melanjutkan kenaikannya dalam perdagangan Asia pada hari Rabu, dengan minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati $100 per barel. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang mengancam akan mengganggu pasokan minyak dan jalur pelayaran vital di kawasan Teluk.
Pada pukul 21:32 ET (01:32 GMT), kontrak berjangka Brent untuk bulan November naik 1,4% menjadi $99,32 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,5% ke level $94,44 per barel, menandai kenaikan untuk hari ketujuh berturut-turut. Kedua benchmark tersebut kini berada di level tertinggi dalam beberapa minggu.
Eskalasi Konflik Memicu Kekhawatiran Pasokan
Pemicu kenaikan harga terbaru adalah laporan militer AS pada hari Selasa yang menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Tindakan ini merupakan balasan atas serangan rudal Iran terhadap aset angkatan laut AS. Iran kemudian dilaporkan melancarkan serangan rudal ke target-target AS di Yordania dan memperingatkan negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Bahrain agar tidak mendukung pasukan AS.
Menurut laporan, eskalasi ini menyusul serangan oleh pasukan Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi dan ekonomi di Arab Saudi pada hari Selasa. Otoritas Saudi mengonfirmasi adanya kebakaran di beberapa lokasi energi, termasuk kilang Jazan, meskipun tingkat kerusakan secara penuh masih belum jelas.
Dampak pada Jalur Pelayaran Utama
AdKetegangan ini secara langsung mengancam Selat Hormuz, sebuah jalur perairan krusial bagi arus minyak global. Laporan menunjukkan bahwa lalu lintas pelayaran melalui selat tersebut telah melambat secara signifikan setelah Iran mengancam akan melakukan pembalasan lebih lanjut.
Iran juga menyatakan rencananya untuk menetapkan zona eksklusi maritim di sekitar Selat Hormuz. Meskipun beberapa pengiriman masih berlanjut melalui rute alternatif, risiko gangguan yang lebih besar terus meningkat. Goldman Sachs memperingatkan bahwa harga minyak mentah bisa naik hingga $120 per barel jika serangan terhadap kapal-kapal di Timur Tengah semakin intensif.
Implikasi Ekonomi yang Lebih Luas
Reli harga minyak ini kembali menghidupkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan dampaknya pada kebijakan suku bunga. Kenaikan biaya energi dapat mendorong inflasi lebih tinggi, berpotensi memaksa bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama dari yang diperkirakan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan Teheran pada hari Selasa bahwa Washington akan terus menyerang kapal tanker minyak Iran sebagai balasan atas setiap upaya serangan terhadap kapal perang AS. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ketegangan di kawasan tersebut kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat.