Story
Saham Boeing Anjlok Setelah CEO Soroti Masalah Produksi dan Arus Kas

Summary
Saham produsen pesawat ini anjlok lebih dari 6% setelah CEO Kelly Ortberg mengungkapkan tantangan dalam mencapai target produksi 737 dan merevisi ekspektasi arus kas bebas.
Saham Boeing (NYSE:BA) anjlok signifikan sebesar 6% pada hari Rabu setelah Presiden dan CEO Kelly Ortberg menyoroti serangkaian tantangan yang dihadapi perusahaan dalam sebuah konferensi. Pernyataan mengenai kendala produksi dan revisi ekspektasi arus kas memicu aksi jual di kalangan investor.
Kendala Produksi dan Arus Kas
Dalam paparannya di Morgan Stanley Laguna Conference, Ortberg menyatakan bahwa Boeing belum mencapai stabilitas pada target laju produksi 47 pesawat per bulan untuk program 737. Ia secara spesifik menyebut produksi sayap sebagai salah satu kendala utama yang menghambat peningkatan output.
Akibat tantangan pengiriman ini, Ortberg mengungkapkan bahwa pencapaian arus kas bebas (free cash flow) di atas $2 miliar kini menjadi "kurang mungkin". Meskipun demikian, perusahaan mempertahankan panduan setahun penuhnya untuk arus kas bebas di rentang $1 miliar hingga $3 miliar.
Pembaruan Program Utama
CEO Boeing memberikan pembaruan status untuk beberapa program pesawat krusial:
Ad- 737 MAX 10: Sertifikasi diperkirakan akan datang "sangat segera" setelah semua pengujian penerbangan selesai. Varian MAX 10 mewakili sekitar 30% dari total tumpukan pesanan (backlog) 737 Boeing.
- 777X: Pengujian untuk sertifikasi terus berlanjut, dengan beberapa tes diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2027. Perusahaan masih menargetkan pengiriman pertama pada tahun 2027 dan sedang dalam diskusi kontrak dengan maskapai.
- 787: Program ini menghadapi potensi keterlambatan dalam pengiriman mesin dari pemasok.
Risiko Tambahan dan Konteks
Ortberg juga mengidentifikasi beberapa risiko potensial lainnya, termasuk kemungkinan adanya biaya tambahan pada program-program pertahanan. Selain itu, ia membahas negosiasi kontrak dengan serikat pekerja SPEEA, dan menyatakan bahwa perusahaan sedang berupaya menghindari mogok kerja yang dapat menghentikan program sertifikasi 777X.
Di sisi positif, Ortberg mencatat bahwa Boeing mulai menerima "peningkatan" pesanan dari Tiongkok. Ke depan, perusahaan menargetkan untuk menyelaraskan tingkat inventaris dengan laju produksi 52 pesawat per bulan, di mana fasilitas produksi baru di Everett akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.