Story
Boeing dan NASA Sedang Bernegosiasi untuk 10 Misi Starliner Baru atau Lebih, Menurut Laporan WSJ

Summary
Boeing dan NASA dilaporkan sedang membahas perluasan signifikan misi pesawat ruang angkasa Starliner, sebuah potensi bentuk kepercayaan meskipun ada masalah teknis pada penerbangan berawak pertamanya.
Boeing (NYSE:BA) dan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) sedang berdiskusi untuk menggunakan wahana Starliner untuk 10 atau lebih penerbangan baru dalam beberapa tahun mendatang, menurut laporan dari The Wall Street Journal yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Kontrak yang diperluas akan mewakili komitmen signifikan terhadap wahana antariksa tersebut, yang mengalami masalah kinerja selama penerbangan uji berawak perdananya awal tahun ini.
Detail Diskusi
Misi baru potensial ini dimaksudkan untuk membantu mempertahankan akses AS yang konsisten ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) di orbit Bumi rendah, demikian laporan tersebut menyatakan. Kontrak asli NASA dengan Boeing mencakup hingga enam misi berawak untuk Starliner.
Seorang juru bicara NASA mengkonfirmasi kepada pers bahwa badan tersebut sedang mengembangkan rencana untuk kehadiran berkelanjutan di orbit Bumi rendah dan akan segera merilis detailnya. Seorang perwakilan Boeing menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada upaya NASA dan mengantisipasi peluncuran misi Starliner berikutnya.
Sejarah Starliner yang Bermasalah
Diskusi ini terjadi setelah debut yang menantang bagi program Starliner. Selama misi berawak pertamanya pada musim panas 2024, pesawat ruang angkasa tersebut berhasil mengangkut astronot NASA Barry Wilmore dan Sunita Williams ke ISS. Namun, penerbangan tersebut diwarnai oleh beberapa masalah teknis.
AdMasalah utama pada penerbangan uji tersebut meliputi:
- Beberapa kebocoran helium pada sistem propulsi.
- Kegagalan beberapa pendorong sistem kontrol reaksi selama manuver penyambungan.
Masalah kinerja ini menimbulkan kekhawatiran keselamatan dan mempersulit tujuan misi. Menurut sumber tersebut, wahana Starliner belum terbang lagi sejak kembali ke Bumi dalam keadaan kosong pada September 2024.
Implikasi Pasar
Pesanan baru yang lebih besar akan menjadi bukti kepercayaan yang sangat penting bagi divisi ruang angkasa Boeing, yang telah menghadapi penundaan signifikan dan pembengkakan biaya dalam pengembangan Starliner. Hal ini akan memperkuat peran wahana ruang angkasa tersebut bersama kapsul Dragon SpaceX sebagai penyedia utama transportasi awak untuk NASA, memastikan redundansi akses AS ke ruang angkasa selama sisa masa operasional ISS.