Story
Laba Blackstone Lampaui Estimasi Berkat Investasi AI, Aset Kelolaan Tembus $1,35 Triliun

Summary
Manajer aset alternatif terbesar di dunia ini melaporkan laba yang dapat didistribusikan sebesar $1,52 per saham untuk kuartal kedua, didorong oleh realisasi aset dan kinerja portofolio yang terkait dengan kecerdasan buatan.
Blackstone melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar, didorong oleh keuntungan signifikan dari investasinya di sektor kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan total aset kelolaan. Perusahaan manajemen aset alternatif terbesar di dunia ini menunjukkan kinerja yang solid di tengah fokus strategisnya pada tren teknologi.
Kinerja Keuangan Melampaui Prediksi
Menurut laporan yang dirilis pada hari Kamis, laba yang dapat didistribusikan (distributable earnings)—metrik keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham—naik 26% menjadi $1,52 per saham. Angka ini melampaui estimasi konsensus analis sebesar $1,35 per saham, menurut data LSEG.
Peningkatan laba ini sejalan dengan pertumbuhan total aset kelolaan (AUM) perusahaan, yang mencapai rekor baru sebesar $1,35 triliun berkat arus dana masuk selama kuartal tersebut. Blackstone berhasil merealisasikan keuntungan dari penjualan aset senilai $31,8 miliar, menandai percepatan aktivitas transaksi setelah volatilitas pasar sempat menghambat beberapa kesepakatan pada kuartal pertama.
Taruhan Besar pada Tren Kecerdasan Buatan
CEO Stephen Schwarzman menyatakan bahwa perusahaan telah memutuskan untuk "bersandar pada megatren kecerdasan buatan." Strategi ini terbukti berhasil, di mana Blackstone menyebutkan bahwa sembilan dari sepuluh investasi dengan apresiasi terbaiknya terkait dengan AI. Portofolio ini mencakup saham di perusahaan AI Anthropic dan bisnis pusat data seperti QTS, yang diakuisisi senilai $10 miliar pada tahun 2021.
AdKeuntungan perusahaan juga didukung oleh beberapa transaksi penting, termasuk:
- Penjualan saham di tiga pusat data kepada Digital Realty.
- Penjualan saham mayoritas di perusahaan infrastruktur listrik Sabre Industries kepada TPG.
- Penawaran umum perdana (IPO) dari perusahaan teknologi periklanan Liftoff Mobile dan dana investasi real estat (REIT) perkantoran di India, Bagmane.
Tantangan di Segmen Investor Ritel
Meskipun kinerja secara keseluruhan kuat, Blackstone menghadapi tantangan di segmen investor individu. Dana kredit swasta andalannya, Blackstone Private Credit Fund (BCRED), hanya berhasil mengumpulkan dana sebesar $1 miliar pada kuartal kedua, turun dari $1,9 miliar pada kuartal sebelumnya dan $3,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kekhawatiran investor terhadap dampak AI pada bisnis perangkat lunak dan pengawasan ketat terhadap valuasi aset swasta telah memicu penarikan dana oleh investor ritel. Imbal hasil bersih dari segmen kredit swasta membaik menjadi 0,4% dari posisi datar pada kuartal pertama, namun masih jauh di bawah angka 2,2% setahun yang lalu. Sementara itu, dana real estat BREIT, yang telah membatasi penarikan dana investor sejak 2022, berhasil menarik dana masuk sebesar $1,2 miliar.