Story

Bernstein Tetapkan Target Harga Tembaga Baru di Tengah Keketatan Pasokan dan Kebijakan The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 9, 20261 min read
Bernstein Tetapkan Target Harga Tembaga Baru di Tengah Keketatan Pasokan dan Kebijakan The Fed
Text size
Background

Bernstein telah merevisi proyeksi harga tembaga untuk tahun 2026 menjadi rata-rata $12.419 per metrik ton. Proyeksi ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, di mana kondisi pasokan yang ketat berhadapan dengan tekanan dari faktor makroekonomi.

Rincian Proyeksi Harga

Menurut laporan riset tersebut, harga tembaga diperkirakan akan mencapai rata-rata $11.750 per ton pada paruh kedua tahun 2026. Proyeksi baru dari Bernstein ini sedikit berada di bawah estimasi konsensus pasar sebesar $12.515 per ton.

Untuk jangka panjang, Bernstein memproyeksikan harga tembaga akan mencapai rata-rata $10.700 per ton pada tahun 2030. Perkiraan ini didasarkan pada antisipasi munculnya defisit pasokan menjelang akhir dekade ini.

Faktor Penekan dan Pendukung

Pergerakan harga tembaga baru-baru ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling bertentangan. Dari sisi tekanan, prospek kebijakan Federal Reserve yang lebih *hawkish* dan penguatan dolar AS menjadi penghambat bagi kompleks komoditas secara luas. Selain itu, sentimen industri juga terbebani oleh kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di sisi lain, harga tembaga mendapat dukungan dari fundamental pasokan yang kuat. Beberapa faktor pendukung utama meliputi:

  • Sejumlah pemangkasan panduan produksi oleh para produsen.
  • Penumpukan persediaan yang terus berlanjut di Amerika Serikat.
  • Perkembangan ini secara kolektif telah memperketat kondisi di pasar fisik.

Implikasi bagi Pasar

Proyeksi Bernstein menggarisbawahi adanya tarik-menarik di pasar tembaga antara tekanan jangka pendek dari kebijakan moneter dan pergerakan mata uang dengan kondisi pasokan fisik yang semakin ketat. Bagi investor, hal ini menandakan bahwa volatilitas harga kemungkinan akan tetap tinggi, dengan pergerakan yang sangat bergantung pada data ekonomi AS dan berita terkait pasokan dari produsen utama.

Back to latest news

LATEST