Story
Saham Asia Anjlok Akibat Tensi AS-Iran, KOSPI Korea Selatan Merosot 5%

Summary
Pasar saham Asia melemah pada hari Senin menyusul eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak lebih tinggi. Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin pelemahan dengan anjlok lebih dari 5% karena tekanan pada saham-saham teknologi.
Pasar saham di seluruh Asia merosot pada perdagangan hari Senin, dengan bursa Korea Selatan mengalami kejatuhan tajam. Pelemahan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak mentah naik signifikan, sehingga menekan selera risiko investor dan membebani saham-saham sektor teknologi.
KOSPI Pimpin Pelemahan di Tengah Aksi Jual Saham Teknologi
Indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, menjadi yang paling terpukul di kawasan ini, dengan anjlok lebih dari 5%. Penurunan tajam ini memperpanjang aksi jual baru-baru ini, terutama karena tekanan hebat pada saham-saham produsen cip kelas berat.
- Saham Samsung Electronics (KS:005930) merosot hampir 7%.
- Saham SK Hynix (KS:000660) anjlok hingga 11%.
Di negara lain, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,3%, sementara indeks TOPIX yang lebih luas melemah 0,8%. Saham-saham teknologi, yang menjadi motor utama kenaikan pasar Asia tahun ini, menjadi salah satu penekan terbesar karena investor mengurangi eksposur pada sektor-sektor bervaluasi tinggi.
Eskalasi Geopolitik Picu Kenaikan Harga Minyak
AdSentimen investor memburuk setelah ketegangan geopolitik kembali memanas selama akhir pekan. Iran dilaporkan memperluas serangan rudal dan drone ke negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan militer AS dan mendeklarasikan penutupan Selat Hormuz. Namun, klaim penutupan tersebut dibantah oleh AS.
Perkembangan ini mendorong harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3% dalam perdagangan Asia. Kenaikan harga energi ini memicu kembali kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi dan mempersulit prospek suku bunga global.
Fokus Investor Beralih ke Data Inflasi dan Laporan Kinerja
Pasar saham Tiongkok juga melemah, dengan indeks Shanghai Composite turun 0,7% dan CSI 300 terkoreksi 0,3%. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan relatif datar.
Investor kini menantikan rilis data ekonomi penting pekan ini, termasuk data inflasi harga konsumen (CPI) AS pada hari Selasa. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve, terutama jika inflasi yang didorong oleh harga energi kembali berakselerasi. Selain itu, musim laporan kinerja kuartal kedua yang akan dimulai oleh bank-bank besar AS dan TSMC dapat mengalihkan fokus investor kembali ke fundamental perusahaan.