Story
Zimbabwe Tunda Rencana Mata Uang Tunggal, Fokus pada Stabilitas Ekonomi

Pemerintah Zimbabwe menunda rencana untuk menghapuskan penggunaan dolar AS dan beralih sepenuhnya ke mata uang lokal, ZiG. Seorang pejabat senior pemerintah pada hari Rabu menyatakan bahwa stabilitas ekonomi menjadi prasyarat utama sebelum negara tersebut mengadopsi sistem mata uang tunggal.
Prioritas Stabilitas
Sekretaris Kementerian Keuangan, George Guvamatanga, mengatakan kepada para pemimpin bisnis dalam sebuah pertemuan tinjauan anggaran di Harare bahwa Zimbabwe akan mempertahankan sistem dua mata uang hingga kondisi ekonomi membaik. Hal ini menandakan pergeseran dari rencana awal untuk secara bertahap menghapus dolar AS dari transaksi harian.
"Kita tidak akan terburu-buru menerapkan mata uang tunggal sebelum nilai tukar stabil dan inflasi stabil," ujar Guvamatanga, seperti yang dilaporkan oleh Investing.com. Pernyataan ini memberikan kejelasan bagi pelaku pasar dan investor mengenai arah kebijakan moneter negara tersebut dalam jangka menengah.
Konteks Mata Uang ZiG
Zimbabwe meluncurkan mata uang ZiG (Zimbabwe Gold) pada April 2024. Ini merupakan upaya keenam negara tersebut untuk menciptakan mata uang lokal yang berfungsi setelah berulang kali mengalami periode hiperinflasi yang melumpuhkan ekonomi. Mata uang baru ini didukung oleh cadangan emas.
AdRencana awal pemerintah adalah menjadikan ZiG sebagai satu-satunya mata uang yang sah pada tahun 2030. Penundaan ini menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati, di mana pemerintah memprioritaskan fondasi ekonomi yang kuat sebelum melakukan transisi moneter secara penuh.
Indikator Ekonomi
Upaya pengendalian inflasi di Zimbabwe telah menunjukkan beberapa hasil positif. Inflasi tahunan negara itu turun menjadi 3,2% pada bulan lalu dari 4,7% pada bulan Juni. Angka ini sangat kontras dengan puncaknya yang mencapai 786% pada Mei 2020.
Selain itu, Guvamatanga menyatakan bahwa pemerintah juga berencana untuk meningkatkan cadangan devisa. Targetnya adalah memiliki cadangan yang cukup untuk menutupi impor selama dua bulan, naik dari level saat ini yang setara dengan 1,6 bulan impor.