Story
Zelenskiy Sebut Utusan AS Tawarkan 'Ide Layak' untuk Perundingan Damai

Summary
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa utusan perdamaian AS menyajikan beberapa 'ide yang layak' untuk mengakhiri perang dengan Rusia, meskipun pertemuan tersebut belum menghasilkan terobosan besar.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Selasa mengatakan bahwa negosiator perdamaian Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah menyajikan beberapa "ide yang layak" selama pembicaraan mengenai cara mengakhiri perang dengan Rusia. Pernyataan ini muncul setelah kunjungan para utusan tersebut ke Kyiv dan Moskow.
Detail Perundingan
Menurut laporan Reuters, Witkoff dan Kushner mengunjungi Rusia dan Ukraina selama akhir pekan dan mengadakan pembicaraan selama beberapa jam dengan Zelenskiy serta Presiden Rusia Vladimir Putin. Meskipun ada sinyal positif, pertemuan tersebut gagal menghasilkan terobosan signifikan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima tahun.
"Mengenai paket perdamaian yang dibicarakan Kushner, dan ide-ide baru – saya dapat memberitahu Anda bahwa ada beberapa ide yang sangat layak dan berharga," kata Zelenskiy kepada wartawan. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan Kyiv telah setuju dengan utusan AS untuk mengembangkannya terlebih dahulu.
Belum Ada Terobosan
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang telah terhenti selama berbulan-bulan. Visi Ukraina dan Rusia mengenai penyelesaian konflik masih sangat berbeda, terutama terkait nasib wilayah Donbas timur yang dikuasai Ukraina namun diklaim oleh Moskow.
Zelenskiy menyatakan terima kasih atas upaya Amerika Serikat untuk menghidupkan kembali diplomasi. Ia juga berencana untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada akhir September untuk membahas paket dukungan pertahanan udara musim dingin.
AdLangkah Diplomatik Selanjutnya
Zelenskiy mengindikasikan bahwa pertemuan trilateral antara perwakilan Ukraina, AS, dan Eropa akan diadakan dalam waktu dekat untuk mempersiapkan langkah selanjutnya. Beberapa negara telah dipertimbangkan sebagai tuan rumah potensial, termasuk Turki, Uni Emirat Arab, dan Swiss.
Agenda yang diharapkan dalam pertemuan mendatang meliputi:
- Pengiriman gandum
- Keamanan infrastruktur energi
- Pertukaran tawanan perang
Zelenskiy menambahkan bahwa Ukraina siap untuk berkompromi dan menekankan perlunya mencapai "hasil yang konkret, bukan hanya berdiskusi."