Story

Yen Melonjak Tajam, Dolar AS Tertekan di Tengah Pergeseran Ekspektasi Suku Bunga BOJ dan The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 3, 20262 min read
Yen Melonjak Tajam, Dolar AS Tertekan di Tengah Pergeseran Ekspektasi Suku Bunga BOJ dan The Fed
Text size
Background

Dolar AS anjlok pada perdagangan hari Kamis, sementara yen Jepang melonjak tajam didukung oleh ekspektasi pasar akan pengetatan moneter yang lebih cepat oleh Bank of Japan (BOJ). Sentimen ini, ditambah dengan meredanya spekulasi kenaikan suku bunga lanjutan di AS, memicu evaluasi ulang prospek suku bunga oleh para investor.

Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,58% menjadi 99,02, menandai penurunan harian terbesarnya sejak 19 Agustus. Sebaliknya, yen menjadi sorotan utama dengan penguatan tajam hampir 2% ke level sekitar 155,6 per dolar.

Prospek Kebijakan BOJ Mendorong Penguatan Yen

Fokus utama pasar valuta asing tertuju pada reli eksplosif yen, yang sempat melonjak 1% ke level terkuatnya dalam sebulan di 157,19 per dolar. Kecepatan penguatan ini memicu spekulasi intervensi oleh otoritas Jepang, serupa dengan aksi-aksi sebelumnya.

Namun, para analis menilai bahwa lonjakan kali ini bukan disebabkan oleh intervensi langsung, melainkan oleh perubahan ekspektasi pasar yang tajam ke arah kebijakan BOJ yang lebih *hawkish*. Pemicunya adalah pernyataan anggota dewan BOJ, Hajime Takata, yang mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17-18 September belum final, membuka kemungkinan kenaikan yang lebih besar untuk melawan inflasi. Akibatnya, pasar swap mulai memperhitungkan probabilitas kenaikan 50 basis poin.

Dolar AS Tertekan oleh Data Ekonomi dan Komentar Pejabat The Fed

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pelemahan dolar AS dipercepat oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan pekerjaan swasta ADP yang dirilis di bawah ekspektasi pasar menambah tekanan pada greenback.

Selain itu, komentar dari Presiden Federal Reserve New York, John Williams, yang menyarankan sikap "tunggu dan lihat" terhadap data ekonomi mendatang, membantu meredakan spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang agresif pada bulan September. Kombinasi faktor ini mendorong para pedagang untuk mengurangi posisi beli (*long position*) pada dolar.

Dampak ke Mata Uang Utama Lainnya

Di tengah pelemahan dolar, mata uang lainnya mencatatkan penguatan. Euro naik 0,3% menjadi $1,1622, terbantu oleh mundurnya imbal hasil obligasi AS. Investor kini menantikan data Indeks Harga Produsen (PPI) zona euro untuk mengukur potensi sikap *hawkish* dari Bank Sentral Eropa (ECB).

Sementara itu, dolar Australia (AUD) bertahan stabil di level $0,7140 terhadap dolar AS. Mata uang ini didukung oleh rilis data ekonomi domestik yang solid, termasuk pertumbuhan PDB kuartal kedua yang melampaui ekspektasi sebesar 0,4% secara kuartalan dan surplus neraca perdagangan yang kuat.

Back to latest news

LATEST