Story

Yen Melemah Meski Suku Bunga BOJ Naik, Dolar AS Tetap Kuat

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Yen Melemah Meski Suku Bunga BOJ Naik, Dolar AS Tetap Kuat

Summary

Yen Jepang melemah terhadap dolar AS meskipun Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun, karena keputusan tersebut dinilai dovish. Sementara itu, mata uang Asia lainnya bergerak beragam di tengah prospek kebijakan Federal Reserve yang ketat.

Text size
Background

Mata uang Asia bergerak beragam pada hari Jumat, dengan yen Jepang melemah meskipun Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun. Penguatan dolar AS, yang didukung oleh prospek kebijakan Federal Reserve yang *hawkish*, terus memberikan tekanan pada mata uang regional.

Indeks Dolar AS, yang mengukur *greenback* terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, diperdagangkan sedikit berubah di level 100,23, bertahan di dekat level tertinggi tujuh minggu yang disentuh pada hari Kamis.

Kenaikan Suku Bunga BOJ Gagal Angkat Yen

Pasangan mata uang USD/JPY naik 0,7% mendekati level 157 yen setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Keputusan ini, yang diambil melalui pemungutan suara 7-2, merupakan yang tertinggi dalam 31 tahun terakhir.

Namun, kenaikan ini telah diantisipasi secara luas oleh pasar. Adanya dua pembuat kebijakan yang berbeda pendapat dan memilih untuk mempertahankan suku bunga memberikan sentimen *dovish* pada keputusan tersebut, sehingga meredam ekspektasi pasar untuk pengetatan lebih lanjut. "Komposisi dewan kemungkinan akan menjadi lebih *dovish*," tulis analis di Capital Economics dalam sebuah catatan, merujuk pada dua anggota dewan yang paling *hawkish* yang akan selesai masa jabatannya Juli mendatang.

Data ekonomi Jepang yang dirilis juga tidak memberikan dorongan bagi yen. Indeks harga konsumen inti (tidak termasuk makanan segar) pada bulan Agustus naik 1,7% secara tahunan, sedikit di bawah ekspektasi ekonom sebesar 1,8%. Hal ini menunjukkan inflasi tetap berada di bawah target 2% BOJ, mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga.

Dolar Didukung Prospek Fed yang Hawkish

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dolar AS tetap ditopang oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku bunga bulan depan untuk meredam inflasi. The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi di kisaran 3,75%-4,00% pada hari Rabu.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan probabilitas sebesar 53% untuk kenaikan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed berikutnya. Proyeksi terbaru dari bank sentral AS tersebut juga mengindikasikan adanya satu kali kenaikan lagi tahun ini.

Pergerakan Mata Uang Asia Lainnya

Di antara mata uang utama Asia lainnya, pergerakannya cenderung bervariasi di tengah kekuatan dolar dan sentimen investor yang berhati-hati.

  • Dolar Australia (AUD/USD): naik 0,3%.
  • Yuan Tiongkok (USD/CNY): pasangan *onshore* turun 0,2%, menunjukkan penguatan yuan.
  • Won Korea Selatan (USD/KRW): naik 0,4%, menandakan pelemahan won.
  • Dolar Singapura (USD/SGD) dan Rupee India (USD/INR): diperdagangkan relatif datar.
Back to latest news

LATEST