Story

Proyek Pembangkit Listrik xAI Milik Musk Beroperasi Tanpa Izin, Timbulkan Polusi di Komunitas Kulit Hitam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20262 min read
Proyek Pembangkit Listrik xAI Milik Musk Beroperasi Tanpa Izin, Timbulkan Polusi di Komunitas Kulit Hitam

Summary

Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, dilaporkan telah memasang puluhan turbin gas alam tanpa izin federal, yang berpotensi melepaskan emisi berbahaya di dekat komunitas mayoritas kulit hitam di Tennessee dan Mississippi.

Text size
Background

Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, dilaporkan telah memasang 59 turbin gas alam untuk pusat data Colossus 2 di Tennessee tanpa mendapatkan izin udara bersih federal. Menurut analisis Reuters berdasarkan komunikasi regulator, potensi emisi dari turbin tersebut jauh melampaui ambang batas yang memerlukan izin dan akan dilepaskan di dekat komunitas mayoritas kulit hitam yang sudah menderita tingkat penyakit paru-paru yang tinggi secara tidak proporsional.

Temuan ini menyoroti bagaimana lonjakan permintaan listrik dari pusat data AI mendorong perusahaan untuk membangun pembangkit listrik *off-grid* dengan kecepatan yang melampaui pengawasan lingkungan, sehingga menimbulkan risiko signifikan bagi kesehatan masyarakat.

Pelanggaran Izin dan Potensi Emisi

Komunikasi antara konsultan yang mewakili xAI dan Departemen Kualitas Lingkungan Mississippi (MDEQ) mengungkapkan bahwa 57 dari 59 turbin berlokasi di Southaven, Mississippi, tepat di seberang perbatasan negara bagian dari pusat data di Memphis. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari yang diakui xAI sebelumnya.

Analisis Reuters terhadap profil emisi pabrikan untuk sekitar setengah dari turbin tersebut menemukan bahwa fasilitas itu saja dapat mengeluarkan hampir:

  • 2.500 ton nitrogen oksida (NOx)
  • 4.000 ton karbon monoksida
  • 22 ton formaldehida setiap tahunnya.

Angka-angka ini jauh melebihi ambang batas 100 ton per tahun berdasarkan Undang-Undang Udara Bersih (Clean Air Act) AS yang mengharuskan fasilitas untuk mendapatkan izin federal. Baik xAI maupun MDEQ berpendapat dalam pengajuan pengadilan bahwa turbin tersebut dikecualikan karena bersifat "seluler" dan dimaksudkan untuk beroperasi di lokasi selama kurang dari setahun.

Dampak pada Keadilan Lingkungan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Proyek ini telah memicu pertarungan hukum terkait keadilan lingkungan. Kelompok-kelompok hak sipil, termasuk NAACP dan Southern Environmental Law Center, telah menggugat xAI untuk menghentikan operasi dengan alasan turbin tersebut mencemari rumah, sekolah, dan gereja di komunitas yang secara historis berkulit hitam.

Analisis Reuters terhadap data sensus menemukan bahwa penduduk yang tinggal di dekat fasilitas tersebut secara tidak proporsional adalah warga kulit hitam:

  • Di DeSoto County, Mississippi, sekitar 46% penduduk dalam radius lima mil adalah warga kulit hitam, dibandingkan dengan 33% di seluruh wilayah county.
  • Di seberang perbatasan di Tennessee, sekitar 94% penduduk dalam radius yang sama adalah warga kulit hitam, dibandingkan dengan 52% di Shelby County.

Data dari CDC juga menunjukkan bahwa komunitas-komunitas ini sudah menghadapi tingkat penyakit pernapasan yang relatif tinggi, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis. "Mengingat komunitas ini berjuang dengan tingkat asma yang tinggi, paparan NOx tambahan pada tingkat setinggi itu dapat memperburuk masalah kesehatan masyarakat," kata Victoria Nelson, seorang insinyur lingkungan independen.

Konteks Regulasi dan Keamanan Nasional

Sengketa ini menyoroti tren yang lebih luas di mana perusahaan AI bergegas untuk menyediakan pasokan listrik untuk komputasi yang boros energi, sering kali melewati proses peninjauan lingkungan yang panjang. Otoritas lokal sering kali mempercepat persetujuan untuk proyek-proyek semacam itu.

Kasus ini menjadi lebih kompleks dengan intervensi dari Departemen Kehakiman AS, yang menyatakan dalam sebuah pengajuan pada bulan Juni bahwa pembatasan turbin dapat mengancam kepentingan keamanan nasional. Departemen tersebut beralasan bahwa sistem xAI mendukung operasi militer AS. Hasil gugatan ini dapat membantu mendefinisikan bagaimana undang-undang lingkungan akan diterapkan pada sektor AI yang berkembang pesat.

Back to latest news

LATEST